Ketakutan yang Dialami Calon Ibu Menjelang Melahirkan - Info Sehat Klikdokter.com
searchtext customer service

Ketakutan yang Dialami Calon Ibu Menjelang Melahirkan

Banyak hal yang dikhawatirkan ibu hamil menjelang proses melahirkan. Apa saja ketakutan dan kekhawatiran tersebut? Simak di sini.
Ketakutan yang Dialami Calon Ibu Menjelang Melahirkan

Rasa takut, khawatir, dan cemas menjelang melahirkan sangat normal dialami oleh calon ibu. Kondisi ini dapat muncul karena ibu khawatir dengan risiko tindakan medis atau persiapan melahirkan lainnya. 

Ketahui apa saja ketakutan saat ibu hamil hendak melahirkan dan bagaimana cara mengatasinya lewat ulasan berikut ini. 

1. Telat Sampai ke Rumah Sakit

Kekhawatirkan ini muncul bila jarak antara tempat tinggal dan rumah sakit terlampau jauh. 

Untuk meminimalkan risiko ini, Anda bisa menghubungi bidan ataupun dokter kandungan setelah tanda-tanda persalinan muncul. Dokter dan bidan dapat mengetahui bila waktu persalinan akan tiba. 

Bidan atau dokter akan memberi tahu ibu hamil apakah memerlukan kunjungan rumah sakit atau tidak berdasarkan konsultasi lewat telepon. 

Selain itu, mungkin Anda perlu mempertimbangkan untuk memilih rumah sakit bersalin yang lebih dekat dengan tempat tinggal. 

Artikel Lainnya: Harus Siap, Inilah Tanda Ibu Hamil Mau Melahirkan Bayi

1 dari 4

2. Takut Buang Air Besar Saat Mengejan

Takut Buang Air Besar Saat Mengejan
loading

Beberapa ibu hamil dapat tidak sengaja buang air besar saat mengejan. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena sangat umum terjadi. 

Dokter dan perawat yang menangani persalinan juga sudah terbiasa menghadapi hal ini serta dengan sigap langsung membersihkannnya.

3. Takut Saat Disuntik Epidural

Beberapa ibu hamil memiliki ketakutan saat hendak diberikan suntik epidural. Sebab, dilansir dari What To Expect, beberapa wanita melaporkan rasa nyeri setelah diberikan suntik epidural. Rata-rata nyeri akibat suntik mulai berkurang setelah 10 hingga 15 menit. 

Suntik epidural merupakan bius lokal yang berfungsi membuat sebagian area tubuh mati rasa. Sebenarnya suntikan ini tidak terlalu terasa nyeri jika dibandingkan dengan kontraksi melahirkan. 

Namun, jika ibu hamil tidak mau menggunakan suntik epidural, dokter dapat memberikan pilihan lain untuk mengatasi nyeri persalinan.

Artikel Lainnya: Mengenal Alat Forceps untuk Bantu Proses Persalinan Normal

2 dari 4

4. Episiotomi

Episiotomi
loading

Episiotomi merupakan tindakan menggunting area perineum atau otot yang berada di antara vagian dan anus. 

Menurut dr. Theresia Rina Yunita, prosedur ini berfungsi memperlebar vagina agar proses melahirkan menjadi lebih mudah. Selain itu, episiotomi dapat mencegah robekan parah pada vagina. 

Anda bisa berdiskusi dengan dokter untuk mencari alternatif prosedur persalinan lainnya jika takut melakukan prosedur episiotomi.

5. Takut Vagina Robek

Hal lain yang dikhawatirkan calon ibu saat proses persalinan adalah terjadinya robekan vagina. Masih diwartakan dari What to Expect, beberapa wanita melahirkan dapat mengalami vagina robek. 

Umumnya, persalinan dapat berisiko membuat lapisan vagina robek. Kondisi ini biasanya tidak perlu ditangani dengan jahitan atau tindakan khusus. 

Untuk mencegah hal ini,  dr. Theresia menyarankan ibu hamil melakukan pijat perineum yang dapat meminimalkan robekan parah di vagina.

“Pijat perineum membantu otot-otot di sekitar vagina menjadi lebih elastis. Sehingga saat persalinan normal, kepala bayi akan lebih mudah keluar tanpa menyebabkan robekan vagina yang parah,” jelas dr. Theresia.

Artikel Lainnya: Mungkinkah Melahirkan Normal Setelah Pernah Caesar?

3 dari 4

6. Rasa Sakit

Rasa Sakit
loading

Semua proses atau tindakan medis, termasuk melahirkan, umumnya menimbulkan rasa sakit atau nyeri. Untuk menghalau kekhawatiran terhadap rasa sakit tersebut, ibu hamil bisa mempelajari bagaimana proses melahirkan berlangsung. 

Ibu bisa mendapatkan informasi mengenai persalinan dengan membaca buku, mengunduh platform aplikasi KlikDokter, mengikuti kelas prenatal, menonton video persalinan di internet, atau berbagi pengalaman dengan kerabat atau ibu lainnya. 

Biasanya, rasa sakit saat melahirkan bisa diatasi dengan pemberian suntik epidural atau metode Complementary and Alternative Medicine (CAM). Sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter kandungan atau bidan yang menangani kehamilan.

7. Operasi Caesar Darurat

Operasi caesar dapat dilakukan pada beberapa kondisi persalinan, misalnya kehamilan dengan komplikasi preeklampsia

Anda bisa berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui alasan dilakukannya operasi caesar, kapan pembedahan ini perlu dilakukan, serta risikonya. 

Berdiskusi dengan dokter dapat memberikan Anda informasi mengenai persalinan yang lengkap. Dokter juga dapat memberikan rekomendasi metode persalinan yang sesuai dengan kondisi ibu hamil. 

Baca Juga

Itu dia ketakutan yang kerap menghantui ibu hamil menjelang persalinan. Anda bisa berkonsultasi secara langsung kepada dokter tentang topik kehamilan lainnya lewat fitur Live Chat. 

(OVI/JKT)

Referensi:

What to Expect. Diakses 2022. How to Manage the Most Common Labor Fear.

Today's Parents. DIakses 2022. 4 Tips to Manage Labour and Delivery Fears

Ditinjau oleh dr. Theresia Rina Yunita

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Kartika Indah Adhita Wilda Cory, Sp. OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Donny Sutrisno Winardo, Sp. OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Tommy Febrianto, Sp. OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Bolehkah Ibu Hamil Minum Jamu Tradisional?

Info Sehat
19 Jan

Kiat Berhubungan Seks Saat Hamil Muda

Info Sehat
18 Jan

Dokter Kandungan yang Cocok untuk Calon Bumil

Info Sehat
18 Jan

Penyebab Mata Kering saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Info Sehat
18 Jan

Amankah Ibu Hamil Pakai Cat Kuku?

Info Sehat
17 Jan

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat