Rentang Waktu Inkubasi Omicron yang Wajib Diketahui - Info Sehat Klikdokter.com
searchtext customer service

Rentang Waktu Inkubasi Omicron yang Wajib Diketahui

Penularan Omicron diteliti lebih cepat timbulkan gejala dibanding varian lainnya. Cari tahu masa inkubasi Omicron lewat penjelasan dokter berikut ini.
Rentang Waktu Inkubasi Omicron yang Wajib Diketahui

Sampai saat ini para peneliti masih mempelajari karakteristik varian Omicron yang telah membuat lonjakan kasus di beberapa negara. Salah satu yang telah diketahui kini adalah penularan Omicron terjadi sangat cepat.

Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa masa inkubasi Omicron dinilai lebih cepat ketimbang varian lainnya. Gejala COVID-19 dari varian ini pun lebih cepat pula untuk muncul.

Rentang Waktu Penularan Omicron

Rentang Waktu Penularan Omicron

Ahli epidemiologi UNSW Australia, Mary-Louise McLaws, memperingatkan bahwa varian COVID Omicron memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi bila dibandingkan varian coronavirus lainnya. "Varian Omicron tidak perlu waktu empat jam untuk menular," ucapnya.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebagian besar kasus penularan COVID-19 terjadi pada awal infeksi, yakni dalam 1 atau 2 hari sebelum timbul gejala, dan dalam 2 atau 3 hari sesudah adanya gejala.

Artikel Lainnya: Studi Temukan Penyebab Brain Fog pada Penyintas COVID-19

Saat seseorang memiliki SARS-CoV-2 di dalam tubuh yang menyebabkan COVID-19, ia bisa sangat menularkan ke orang lain pada awal infeksi. Hal ini bahkan bisa terjadi meski ia tidak bergejala.  

Seperti yang dikatakan WHO, baik memiliki gejala ataupun tidak, orang yang positif coronavirus masih dapat menyebarkan virus.

Menurut Harvard Medical School, kebanyakan orang tidak akan menularkan virus lagi setelah sepuluh hari pascainfeksi. Dengan catatan, gejalanya telah membaik.

Masa Inkubasi Omicron

Masa Inkubasi Omicron

Masa inkubasi adalah periode waktu sejak tertular virus sampai muncul gejala pertama. Menurut Departemen Kesehatan Australia, masa inkubasi virus corona dapat berkisar antara 1-14 hari.

Namun, sebagian besar kasus menunjukkan gejala pada hari ke-5 atau ke-6 setelah terpapar.

Pada penelitian tahap awal mengenai masa inkubasi COVID Omicron, orang yang terpapar varian ini akan mengalami gejala atau hasil tes positif lebih cepat.

Menurut dr. Devia Irine Putri, varian Omicron memang memiliki masa inkubasi yang lebih cepat dibandingkan varian virus corona lainnya.

“Omicron lebih cepat gejalanya untuk timbul. Menurut CDC, waktu rata-rata antara paparan dan timbulnya gejala ditemukan tiga hari,” ucapnya.

Pernyataan tersebut didapatkan dari studi oleh para peneliti CDC. Mereka menganalisis data dari enam orang yang tertular varian Omicron. Ditemukan, masa inkubasi varian baru ini berkisar pada 73 jam atau 3 hari.

Artikel Lainnya: Varian COVID-19 BA.2, Dijuluki “Son of Omicron”

Beberapa pasien Omicron mengembangkan gejala ringan paling cepat 33 jam setelah terpapar. Sebagian lainnya menunjukkan gejala setelah 75 jam paparan.

Gejala-gejala awal varian Omicron yang dilaporkan CDC meliputi:

Peneliti CDC menunjukkan, masa inkubasi Omicron jelas lebih pendek ketimbang virus corona lainnya. Strain asli membutuhkan masa inkubasi 5 hari atau lebih, sementara varian Delta butuh waktu 4 hari.

Kapan Harus ke Dokter Saat Kontak Erat dengan Pasien Omicron?

Kapan Harus ke Dokter Saat Kontak Erat dengan Pasien Omicron?

Dokter Devia menjelaskan, karena masa inkubasi varian Omicron lebih cepat, maka tes COVID-19 bisa dilakukan setelah 3-5 hari dari kontak erat.

Pada dasarnya, kontak dekat dengan pasien COVID-19 memerlukan karantina 7 hari dan tes antigen cepat pada hari ke-6. Jika hasil menunjukkan negatif, maka masa karantina bisa dihentikan.

Namun, jika tes COVID-19 menunjukkan hasil positif, maka karantina berlanjut sampai kurang lebih empat belas hari, atau sampai kondisi membaik dan tidak ada lagi gejala.

Baca Juga

Waspadai penularan Omicron! Jaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, vaksinasi, dan protokol kesehatan.

Jika Anda sedang sakit, konsultasi dan tebus obat dengan dokter cukup lewat smartphone via LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

Referensi:

  • Wawancara dr. Devia Irine Putri
  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses 2022. Investigation of a SARS-CoV-2 B.1.1.529 (Omicron) Variant Cluster — Nebraska, November–December 2021.
  • Prevention. Diakses 2022. Omicron's Incubation Period Is Really Short: Here’s Why That Matters.
  • WebMD. Diakses 2022. New Studies Suggest Omicron Infections Are Less Severe Than Delta Ones.

Ditinjau oleh dr. Devia Irine Putri

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Peter Fernando, DiMAP.

Dokter Umum
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Wendri Wildiartoni Pattiawira

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000
avatar

dr. Euis Kurniawati

Dokter Umum
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Studi Temukan Penyebab Brain Fog pada Penyintas COVID-19

Info Sehat
02 Feb

Kenapa Infeksi Varian Omicron Sebabkan Gejala Ringan

Info Sehat
02 Feb

Studi: Omicron Bertahan Lebih Lama di Plastik dan Kulit

Info Sehat
29 Jan

Cara Penggunaan Telemedicine bagi Pasien Omicron yang Isoman

Info Sehat
28 Jan

Varian COVID-19 BA.2, Dijuluki “Son of Omicron”

Info Sehat
27 Jan

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat