4 Masalah Penis Ini Muncul Pada Pasien COVID-19
searchtext customer service

Hati-Hati Masalah Penis ini Muncul Pada Beberapa Pasien COVID-19

Sebuah penelitian mengatakan COVID-19 dapat menyebabkan masalah pada penis. Apa saja efek samping COVID-19 terhadap penis?
Hati-Hati Masalah Penis ini Muncul Pada Beberapa Pasien COVID-19

Infeksi virus corona tidak hanya menyebabkan demam, sakit tenggorokan, nyeri sendi dan otot, batuk, kelelahan ataupun sesak napas. Lebih dari itu, dampak COVID-19 juga mencetuskan sejumlah masalah pada penis.

Efek samping virus corona pada Mr. P meningkatkan risiko impotensi, menurunkan jumlah sperma, hingga memperkecil ukuran organ vital pria.

Lantas, bagaimana infeksi SARS-CoV-2 memicu sederet masalah pada penis? Yuk cari tahu di bawah ini.

1 dari 5

1. Impotensi

Ilustrasi Impotensi
loading

Disfungsi ereksi alias impotensi merupakan kondisi ketika penis tidak sanggup ereksi ataupun mempertahankan ereksi.

Ereksi ditandai dengan keadaan penis membesar, menegang dan mengeras. Hal ini dapat terjadi saat Mr. P mendapatkan atau tidak menerima rangsangan seksual.

Kondisi yang dikenal pula sebagai lemah syahwat tersebut merupakan salah satu komplikasi COVID-19 yang mungkin dialami pria.

Bahkan, impotensi dapat dialami penyintas COVID-19 selang beberapa bulan setelah terinfeksi. Berdasarkan studi yang dimuat World Journal of Men's Health, kondisi ini terjadi karena partikel virus corona sanggup bertahan di jaringan penis.

Artikel Lainnya: Angka COVID-19 Naik Lagi, Ini Beda Gejala Omicron dan Flu

Infeksi coronavirus lambat laun dapat merusak sel endotel. Sel ini berperan melapisi pembuluh yang memasok darah ke penis.

Kerusakan sel endotel menyebabkan pembuluh darah menyempit. Akibatnya, suplai darah ke penis berkurang.

Ketika Mr. P tidak memperoleh suplai darah yang cukup, alat kelamin tersebut tidak bisa ereksi.

Disampaikan dr. Ranjith Ramasamy, dari Miller School of Medicine, University of Miami, di Amerika Serikat, dampak negatif infeksi coronavirus bahkan dapat menyebabkan disfungsi ereksi permanen.

Selain karena kerusakan pembuluh darah, dr. Devia Irine Putri menambahkan disfungsi ereksi pada penyintas COVID-19 juga bisa disebabkan oleh faktor psikologis.

Pasalnya, infeksi SARS-CoV-2 bisa memicu stres, cemas, dan depresi yang dapat menurunkan hasrat seksual.

“Hal lainnya mungkin juga karena infeksi virus corona pada beberapa orang memicu perburukan penyakit komorbid, misalnya diabetes. Penyakit ini dapat meningkatkan risiko terjadinya impotensi,” papar dr. Devia.

2 dari 5

2. Ereksi Lebih Lama

Ilustrasi Ereksi Lebih Lama
loading

Dalam keadaan normal, ereksi lebih lama merupakan hal yang diidamkan sebagian besar pria ketika berhubungan seks. Namun, lain halnya jika ereksi tersebut disebabkan oleh infeksi coronavirus.

Menurut studi yang dipublikasikan oleh jurnal American Journal of Emergency Medicine, dampak negatif COVID-19 dapat menyebabkan pria mengalami ereksi yang tidak kunjung berhenti. Bahkan, ketika individu tidak menerima rangsangan seksual sama sekali.

Hal ini karena virus corona menyebabkan priapismus iskemik, yaitu kondisi ketika pembuluh darah penis tersumbat.

Priapismus iskemik terjadi karena adanya gumpalan darah, sehingga darah di Mr. P menumpuk dan menyebabkan ereksi berkepanjangan.

Penumpukan darah yang terlalu lama, meningkatkan risiko kerusakan jaringan penis. Jika tidak ditangani, ereksi abnormal pada gilirannya meningkatkan risiko komplikasi berupa impotensi.

Artikel Lainnya: Daftar Penyakit yang Tidak Boleh Divaksinasi COVID-19

3 dari 5

3. Menurunkan Jumlah Sperma

Menurunkan Jumlah Sperma
loading

Disampaikan dr. Jim Hotaling, pakar infertilitas terkemuka dari Amerika Serikat, semua penyakit yang mencetuskan demam dapat menurunkan kadar sperma selama 60-70 hari. Hal ini diduga berlaku pula pada infeksi SARS-CoV-2.

“Menurut beberapa penelitian, kadar sperma dapat berkurang akibat infeksi virus corona. Kondisi ini mungkin dapat memengaruhi kemampuan seksual pria. Akan tetapi, dibutuhkan studi lanjutan untuk mengonfirmasi dampak virus corona tersebut,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Men's Health Clinic itu.

4 dari 5

4. Memengaruhi Ukuran Penis

Memengaruhi Ukuran Penis
loading

Seorang narasumber dalam podcast How to Do It: Sex Advice with Stoya and Rick, mengaku mengalami penyusutan ukuran penis usai terinfeksi coronavirus.

Sebelum mengidap COVID-19, pria itu mengklaim memiliki Mr. P dengan ukuran yang cukup besar.

Namun, setelah terjangkit virus corona, dia mengatakan ukuran penisnya mengecil sekitar 2,5 centimeter. Bahkan, ukuran organ kejantanannya tidak dapat kembali normal.

Berdasarkan keterangan dokter yang menangani pria tersebut, diduga hal ini terjadi karena infeksi SARS-CoV-2 merusak pembuluh darah penis. Akan tetapi, dibutuhkan studi lanjutan guna mengonfirmasi penyebab tersebut.

Baca Juga

Itu dia sederet dampak COVID-19 pada penis. Jika ingin tanya lebih lanjut seputar virus corona, konsultasi ke dokter via LiveChat.

(OVI/AYU)

Referensi:

  • Wawancara dr. Devia Irine.
  • University of Utah Health. Diakses 2022. COVID-19 AND ERECTILE DYSFUNCTION: FACT OR FICTION?
  • Web MD. Diakses 2022. Coronavirus Lingers in Penis and Could Cause Impotence.
  • National Geographic. Diakses 2022. COVID-19 may impair men’s sexual performance.

ARTIKEL TERKAIT

Gerakan Yoga untuk Atasi Disfungsi Ereksi

Info Sehat
08 Feb

Jangan Sembarangan, Disfungsi Ereksi Harus Ditangani secara Tepat

Info Sehat
10 Jan

Pengaruh Stres pada Libido Pria

Info Sehat
01 Jan

Gejala dan Penyebab Hypoactive Sexual Desire Disorder

Info Sehat
22 Des

Penyebab Impotensi yang Pria Harus Tahu

Info Sehat
17 Nov

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat