Olahraga Setelah Vaksinasi Bisa Tingkatkan Imunitas
searchtext customer service

Olahraga Setelah Vaksinasi Bisa Tingkatkan Imunitas

Studi terbaru mengungkapkan bahwa olahraga setelah vaksin influenza ataupun COVID-19 dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Simak temuannya di sini.
Ilustrasi berolahraga setelah vaksinasi

Bolehkah olahraga setelah vaksin influenza ataupun COVID-19? Jawabannya tentu saja ya. Pasalnya, sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa olahraga setelah vaksin merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kekebalan tubuh (imun). 

Riset menemukan bahwa disiplin berolahraga selama 90 menit dapat meningkatkan respons tubuh terhadap vaksinasi.

Peningkatan imunitas terjadi hanya beberapa bulan usai menerima vaksin penangkal virus influenza H1N1; virus influenza musiman; ataupun coronavirus.

Studi Soal Olahraga Tingkatkan Imunitas Pasca Vaksinasi

Ilustrasi berolahraga setelah vaksinasi

Penelitian tersebut dikembangkan peneliti dari Iowa State University, di Amerika Serikat. Studinya dipublikasikan melalui jurnal Brain, Behavior, and Immunity pada awal Februari 2022.

Riset dilakukan dengan melibatkan 78 peserta dengan fisik tidak terlalu atletis. Bahkan, sebagian relawan mengalami obesitas alias kelebihan berat badan.

Meski begitu, sebelum mengikuti rangkaian penelitian, seluruh peserta punya riwayat aktif berolahraga dengan intensitas sedang hingga berat, setidaknya selama dua kali dalam sepekan.

Artikel Lainnya: Efektivitas Booster Pfizer dan Moderna Turun Seiring Waktu

Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 orang menerima vaksin monovalen Influenza A/California/7/09 H1N1.

Lalu, 26 peserta memperoleh vaksinasi influenza musiman. Adapun 36 relawan lainnya disuntik vaksin COVID-19 Pfizer BNT162b2.

Peneliti kemudian membagi peserta secara acak menjadi dua kelompok. Kelompok  pertama diminta rutin olahraga selama 45 menit pascavaksinasi. 

Sementara kelompok kedua diminta berolahraga secara disiplin selama 90 menit. Kedua kelompok menjalani aktivitas fisik intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan cepat, jogging, atau mengayuh sepeda statis. 

Hasil riset mengungkapkan relawan yang rutin olahraga selama 90 menit menghasilkan lebih banyak bahan kimia kekebalan bernama interferon alfa  (IFNα). Hal ini berlaku jika dibandingkan dengan peserta yang berolahraga rutin selama 45 menit 

Disampaikan dr. Theresia Rina Yunita, IFNα merupakan bagian dari pertahanan alami tubuh yang bertugas memberi tahu sistem kekebalan mengenai keberadaan patogen (virus, bakteri, dan jamur) ataupun sel kanker.

“Interferon alfa kemudian memicu imun menghasilkan antibodi penangkal virus dan killer immune cells,” paparnya.

Artikel Lainnya: Studi: Booster Vaksin mRNA Tingkatkan Efikasi Vaksin Sinovac

Sel pembunuh tersebut bernama T-cell alias sel T yang tugasnya menyerang antigen (zat asing dari luar tubuh, termasuk virus influenza dan SARS-CoV-2) secara spesifik.

Selain meningkatkan produksi interferon alfa, peneliti juga menemukan bahwa olahraga tidak meningkatkan efek samping pascavaksinasi COVID-19.

Kendati demikian, Marian Kohut, selaku anggota penelitian menekankan studi ini merupakan temuan awal. 

Pasalnya, profesor kinesiologi di Iowa State University itu mengaku belum mengetahui dampak lanjutan dari peningkatan interferon alfa pada penerima vaksinasi influenza maupun COVID-19.

“Kami belum bisa memastikan efek peningkatan respons antibodi terhadap vaksinasi tersebut bisa mengurangi risiko infeksi virus di kemudian hari, ataukah membuat perlindungan vaksin menjadi lebih tahan lama,” paparnya.

Pertanyaan lainnya, Kohut menambahkan, belum diketahui apakah peningkatan imun dengan berolahraga pascavaksinasi punya efek serupa dengan booster COVID.

Artikel Lainnya: Apakah Anak Perlu Tes COVID-19 Sebelum Divaksin?

Olahraga Tidak Bisa Menggantikan Vaksin

Ilustrasi berolahraga setelah vaksinasi

Menanggapi temuan tersebut, dr. Robert Sallis, spesialis kedokteran olahraga dari Kaiser Permanente Medical Center, AS, mengaku tidak terkejut.

Menurutnya, sudah ada banyak penelitian yang membuktikan bahwa peningkatan aktivitas fisik dapat mengurangi tingkat keparahan gejala COVID-19. 

“Sebaliknya, gaya hidup sedenter alias tidak banyak bergerak merupakan salah satu faktor risiko utama yang memicu gejala parah infeksi virus corona,” jelas dr. Sallis. 

Oleh sebab itu, dr. Sallis menegaskan pentingnya olahraga untuk mendukung perlindungan diri dan mengurangi risiko keparahan COVID-19. Namun, ia menekankan bahwa olahraga tidak dapat menggantikan peran vaksin untuk mencegah dan mengurangi risiko infeksi SARS-CoV-2.

Itu dia studi soal olahraga setelah vaksin influenza dan COVID-19 meningkatkan imunitas. 

Gaya hidup aktif memang dapat mendukung kekebalan, namun untuk mencegah infeksi virus dan mengurangi risiko gejala parah yang ditimbulkan, jadi dianjurkan tetap lakukan vaksinasi.   

Baca Juga

 

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar flu ataupun COVID-19, konsultasi ke dokter via Live Chat.

(OVI/JKT)

 

Referensi:

Brain, Behavior, and Immunity. Diakses 2022. Exercise after influenza or COVID-19 vaccination increases serum antibody without an increase in side effects.

Ditinjau oleh dr. Theresia Rina Yunita

ARTIKEL TERKAIT

Tips Berhubungan Seks Aman saat Pandemi COVID-19

Info Sehat
05 Mar

Kenali Penyebab Sakit Tenggorokan Setelah Jogging

Info Sehat
26 Feb

Atasi Gejala Omicron dengan Obat Flu & Batuk yang Dijual Bebas

Info Sehat
25 Feb

Ketahui Manfaat Latihan Handstand, Bentuk Postur Tubuh?

Info Sehat
22 Feb

Vaksinasi COVID-19 Saat Hamil Bisa Melindungi Bayi

Info Sehat
17 Feb

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat