Fakta Pil Potassium Iodide yang Bisa Menangkal Efek Radiasi Nuklir
searchtext customer service

Pil Potassium Iodide Bisa Menangkal Efek Radiasi Nuklir, Benarkah?

Pil potassium iodide tengah marak dibahas karena manfaatnya dalam mencegah radiasi nuklir. Lebih dalam terkait manfaat pil potassium iodide, simak di sini.
Pil Potassium Iodide Bisa Menangkal Efek Radiasi Nuklir, Benarkah?

Kelenjar tiroid di leher merupakan salah satu organ tubuh yang paling sensitif terhadap radiasi. Paparan radiasi tingkat tinggi, seperti radiasi nuklir dapat menyebabkan terjadinya kanker tiroid.

Namun, konon katanya pil potassium iodide dipercaya dapat mengatasi radiasi nuklir yang masuk ke dalam tubuh, termasuk mencegah kanker tiroid. Lantas, bagaimana kebenarannya? Simak penjelasan dari dokter berikut. 

 

1 dari 3

Kegunaan Potassium Iodide untuk Radiasi Nuklir

Radiasi Nuklir
loading

Dijelaskan oleh dr. Devia Irine Putri, dalam dunia medis, manfaat pil potassium iodide adalah untuk mengencerkan lendir. Obat ini biasanya diberikan pada orang yang memiliki masalah di saluran pernapasan.

“Selain itu, kegunaan lain dari potassium iodide memang dapat digunakan sebagai obat darurat untuk radiasi nuklir. Ini karena pil tersebut dapat mencegah masuknya radioaktif iodium ke kelenjar tiroid,” jelas dr. Devia. 

Artikel Lainnya:  Cara Kemoterapi dan Terapi Radiasi Perlemah Daya Tahan Tubuh

Potassium iodide (KI) adalah garam yodium stabil (bukan radioaktif) yang dapat membantu memblokir yodium radioaktif agar tidak diserap oleh kelenjar tiroid. Dengan begitu, kelenjar tiroid akan terhindar dari cedera radiasi.

Jika diminum sebelum paparan radiasi, pil potassium iodide dapat membantu melawan efek yodium radioaktif pada tiroid. Dengan begitu, dapat mencegah tumbuh kembangnya kanker tiroid. 

Melansir WebMD, biasanya, hanya satu dosis pil potassium iodide yang diperlukan karena dosis tunggal dapat melindungi kelenjar tiroid selama 24 jam, asalkan Anda juga telah menjauh dari area paparan radiasi.

Namun, penting untuk dicatat bahwa pil KI hanya melindungi dan mencegah timbulnya kelenjar tiroid. Pil ini tidak dapat mencegah yodium radioaktif memasuki tubuh.

Di samping itu, pil potassium iodide tidak dapat mengembalikan tiroid yang sudah rusak akibat paparan radiasi nuklir, serta tidak membantu mencegah kerusakan radiasi ke bagian tubuh lain. 

Artikel Lainnya: Benarkah Efek Terapi Radiasi Kanker Serviks Bikin Vagina Menyempit?

Obat ini pun hanya boleh digunakan dalam keadaan darurat dan telah mendapat izin dokter. Fungsinya juga tidak bisa digantikan oleh garam dapur atau makanan lain yang merupakan sumber yodium. 

Jangan pula gunakan suplemen makanan yang mengandung yodium sebagai pengganti KI. Hal ini karena berisiko pada kesehatan dan tidak memiliki manfaat yang sama. 

 

2 dari 3

Siapa Saja yang Membutuhkan Potassium Iodide?

Asupan yang Tak Boleh Disantap Saat Minum Obat
loading

Pedoman dari Food and Drug Administration (FDA) AS, pil potassium iodide diprioritaskan berdasarkan dari kelompok usia. Begitu pula untuk mereka yang memiliki risiko tinggi terhadap kanker tiroid yang diinduksi oleh paparan radiasi nuklir. 

Mereka yang berisiko paling tinggi adalah bayi dan anak-anak, serta wanita hamil dan juga ibu menyusui. Ini karena KI berpotensi menekan fungsi tiroid pada janin yang sedang berkembang dan bayi baru lahir. 

Kemudian, pada kelompok umur adalah mereka yang berusia di atas 18 tahun dan hingga 40  tahun. Untuk mereka yang di atas 40 tahun dapat menggunakan KI hanya jika paparan radiasi cukup tinggi dan menyebabkan hipotiroidisme seumur hidup (defisiensi tiroid).

Efek Samping Potassium Iodide 

Melansir dari laman resmi FDA, efek samping pil potassium iodide tidak mungkin terjadi ketika digunakan pada dosis yang dianjurkan dan untuk waktu yang singkat. 

Artikel Lainnya: Mengenal Terapi Iodine Radioaktif untuk Kanker Tiroid

Namun, ada beberapa kemungkinan efek samping dari konsumsi obat ini, antara lain:

  • Ruam kulit.
  • Pembengkakan kelenjar ludah.
  • Rasa logam di mulut dan tenggorokan terbakar, sakit gigi dan gusi, gejala kepala dingin, dan terkadang sakit perut dan diare.
  • Reaksi alergi dapat memiliki gejala yang lebih serius. Ini termasuk demam dan nyeri sendi, serta pembengkakan pada bagian tubuh (wajah, bibir, lidah, tenggorokan, tangan, atau kaki.
  • Kesulitan bernapas, berbicara, atau menelan, mengi atau sesak napas. 

Orang dengan sensitivitas yodium harus menghindari meminum KI.  Misalnya, pengidap dermatitis herpetiformis dan hypocomplementemic vasculitis, kondisi yang sangat jarang terkait dengan peningkatan risiko hipersensitivitas yodium. 

Kemudian, orang dengan tiroid nodular dengan penyakit jantung tidak boleh mengonsumsi KI. Orang yang memiliki gondok multinodular, penyakit Graves, dan tiroiditis autoimun juga harus berhati-hati dalam mengonsumsi obat ini.

Itulah ulasan terkait pil potassium iodide yang sedang ramai dibicarakan terkait pemakaian senjata nuklir oleh negara Rusia. Penggunaan obat ini pun kemudian dinilai dapat menjadi salah satu cara mengatasi radiasi nuklir.

Gunakan layanan LiveChat di aplikasi KlikDokter untuk berkonsultasi langsung dengan dokter terkait masalah kesehatan yang Anda alami. 

(PUT/NM)

Referensi:

  • WebMD. Diakses 2022. Potassium Iodide Pills: Can They Protect You From Radiation Exposure?
  • New York State. Diakses 2022. Potassium Iodide (KI) and Radiation Emergencies: Fact Sheet.
  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses 2022. Potassium Iodide (KI).
  • Food and Drug Administration. US. Diakses 2022. Frequently Asked Questions on Potassium Iodide (KI).

ARTIKEL TERKAIT

Studi: Transplantasi Feses Bisa Bantu Obati Kanker Kulit

Info Sehat
18 Mar

Benarkah Obat Diabetes Bisa Bantu Obati Kanker Payudara?

Info Sehat
14 Mar

Kanker Kulit Punya Ciri-Ciri Seperti Ini

Info Sehat
09 Mar

Jenis Pengobatan Kanker dan Efeknya bagi Kesuburan Wanita

Info Sehat
05 Mar

Tanda Keputihan yang Berhubungan dengan Kanker Serviks

Info Sehat
02 Mar

REAKSI ANDA

1 KOMENTAR

Avatar
min yoon yn
5 Bulan Lalu

sakit perut dan sakit kepala apakah penyakit

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat