Gejala Deltacron yang Perlu Anda Waspadai
searchtext customer service

Gejala Deltacron yang Perlu Anda Waspadai

Virus corona varian Deltacron mulai meresahkan. Berikut sederet gejala COVID Deltacron yang perlu diwaspadai.
Ilustrasi gejala COVID Deltacron

COVID Deltacron merupakan nama sementara yang disematkan peneliti untuk menyebut varian coronavirus terbaru dengan kombinasi materi genetik, Delta dan Omicron.

Mutasi SARS-CoV-2 ini dikonfirmasi telah menginfeksi sejumlah orang di Amerika Serikat dan Eropa. 

Hingga hari ini, sejumlah ahli masih terus menyelidiki tingkat penularan corona Deltacron. Meski begitu, berdasarkan temuan awal, para ahli menduga gejala infeksi Deltacron tidak lebih buruk daripada Omicron.

Bahkan, menurut Profesor Adrian Esterman, eks ahli epidemiologi WHO, gejala Deltacron, tidak jauh berbeda dengan infeksi strain Delta dan Omicron.  Berikut sederet gejala Deltacron yang perlu Anda waspadai.

1 dari 7

1. Sakit Kepala

Ilustrasi: sakit kepala merupakan salah satu gejala COVID Deltacron
loading

Berdasarkan Zoe COVID Study, sakit kepala merupakan salah satu gejala paling umum yang dialami pengidap COVID-19. Gejala ini juga mungkin dialami individu yang terjangkit Deltacron.

Biasanya, sakit kepala akibat infeksi virus corona, menimbulkan rasa nyeri dengan intensitas sedang hingga berat. Rasa nyeri tersebut dapat menghinggapi salah satu maupun dua sisi kepala. 

Nyeri menyebabkan kepala terasa berdenyut dan menimbulkan sensasi seperti ditekan atau ditusuk. Bahkan pada beberapa kasus, gejala ini dapat bertahan hingga lebih tiga hari.

Disampaikan dr. Devia Irine Putri, sakit kepala akibat COVID-19 dipicu oleh reaksi tubuh ketika melawan peradangan. 

“Selain itu, sakit kepala juga disebabkan peradangan di area saluran pernapasan atas dan sinus akibat infeksi virus SARS-CoV-2,” paparnya.

Artikel Lainnya: Studi Terbaru: Varian Deltacron Ditemukan Keberadaannya

 

2 dari 7

2. Pilek

Ilustasi: Pilek bisa menjadi salah satu gejala COVID Deltacorn
loading

 

Pilek merupakan gejala yang muncul akibat lapisan di dalam hidung dan sinus meradang. Peradangan tersebut bisa disebabkan oleh Deltacron. 

Selain menimbulkan lendir, pilek biasanya disertai gejala lainnya, seperti batuk, bersin, kelelahan, kesulitan bernapas, sakit tenggorokan, dan postnasal drip (lendir mengalir ke bagian belakang tenggorokan).

3 dari 7

3. Batuk Terus-Menerus

Ilustasi: Batuk gejala COVID Deltacorn
loading

Batuk merupakan mekanisme alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dan tenggorokan dari kontaminasi mikroorganisme, partikel makanan-minuman, maupun lendir.

Deltacron, seperti infeksi virus corona umumnya, diduga dapat menyebabkan batuk terus-menerus. Menurut riset Zoe COVID Study, sekitar 4 dari 10 pasien positif coronavirus mengalami gejala batuk yang intens. 

Umumnya, penderita COVID-19 mengalami batuk kering. Batuk dapat terjadi berkali-kali selama setengah hari, atau bahkan lebih. Gejalanya bahkan dapat bertahan selama 4-5 hari.

4 dari 7

4. Bersin Berkali-kali

Ilustrasi: Bersin gejala COVID Deltacron
loading

Zoe COVID Study menemukan bahwa di masa pandemi, orang yang telah divaksinasi dan mengalami bersin berkali-kali besar indikasinya terinfeksi virus corona, dibandingkan yang mengalami pilek ataupun alergi.

Gejala tersebut diduga juga dialami individu yang terinfeksi Deltacron. Meski begitu, dibutuhkan skrining lanjutan untuk memastikan bahwa yang bersangkutan benar terjangkit virus corona.

Artikel Lainnya: Penyebab Seseorang Bisa ‘Clean Sheet’ dari COVID-19 

5 dari 7

5. Sakit Tenggorokan

Ilustrasi: Sakit tenggorokan gejala COVID Deltacron
loading

Masih mengutip Zoe COVID Study, setengah pasien positif SARS-CoV-2 melaporkan mengalami sakit tenggorokan. Gejala ini juga mungkin dialami individu yang terjangkit Deltacron.

Seringkali, sakit tenggorokan dilaporkan dialami individu dewasa berusia 18-65 tahun. Penyebabnya, karena infeksi virus corona memicu peradangan di saluran pernapasan. 

6 dari 7

6. Anosmia

Ilustrasi: Anosmia gejala COVID Deltacron
loading

Anosmia merupakan kondisi menurunnya kemampuan indra penciuman. Ini merupakan gejala khas yang umum dialami individu yang terinfeksi strain Delta, dibandingkan Omicron.

Meski begitu, kehilangan kemampuan indra penciuman mungkin pula dialami orang yang terinfeksi Deltacron. Diduga, anosmia disebabkan oleh peradangan rongga hidung akibat infeksi virus corona.

Selain kehilangan indra penciuman, biasanya orang yang terinfeksi COVID-19 juga mengalami gangguan indra perasa. Kondisi ini menyebabkan makanan yang disantap terasa hambar.

Itu dia sederet gejala yang diduga muncul akibat infeksi Deltacron. Untuk mencegah penularan Deltacron maupun varian SARS-CoV-2 lainnya, segera lakukan vaksinasi, booster dan tetap disiplin jaga protokol kesehatan ya.

Baca Juga

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar COVID-19, konsultasi ke dokter via Live Chat.

(OVI/JKT)

 

Referensi:

Medical News Today. Diakses 2022. Deltacron: Is there a new variant at large, and should we worry?

Ditinjau dr. Devia Irine Putri

 

ARTIKEL TERKAIT

Tak Sempat Berjemur Saat Pandemi, Awas Kekurangan Vitamin D!

Info Sehat
15 Mar

Studi Terbaru: Varian Deltacron Ditemukan Keberadaannya

Info Sehat
11 Mar

Omicron Punya Sub-Varian BA.3, Seberapa Berbahaya?

Info Sehat
09 Mar

Penularan Omicron Lebih Cepat, Cegah dengan Vitamin C!

Info Sehat
07 Mar

Atasi Gejala Omicron dengan Obat Flu & Batuk yang Dijual Bebas

Info Sehat
25 Feb

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat