Obat Paxlovid, Dianggap Ampuh Lawan Berbagai Varian COVID
searchtext customer service

Obat Paxlovid, Dianggap Ampuh Lawan Berbagai Varian COVID

Paxlovid disebut-sebut ampuh mengurangi risiko rawat inap dan kematian akibat semua varian COVID-19. Simak lebih jauh fakta soal obat COVID-19 Paxlovid di bawah ini.
Ilustrasi obat COVID Paxlovid

Pada pekan kedua Januari 2022 lalu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengklaim telah menerima sebanyak 400 ribu obat COVID-19 Paxlovid. Obat antivirus besutan perusahaan farmasi Pfizer itu juga disebut-sebut akan diproduksi oleh Indonesia pada bulan Maret-April tahun ini.

Paxlovid sendiri merupakan paket obat yang terdiri dari dua obat generik, yaitu Nirmatrelvir dan Ritonavir. Kedua obat tersebut digunakan secara terpisah.

Berdasarkan hasil uji klinis yang dilakukan Pfizer, obat Paxlovid memiliki efektivitas sebesar 89 persen dalam mengurangi risiko rawat inap dan kematian yang disebabkan oleh semua varian virus penyebab COVID-19.

Lantas, bagaimana cara kerja obat COVID tersebut? Berikut sederet fakta seputar Paxlovid yang perlu Anda tahu.

1 dari 5

1. Cara Kerja Paxlovid

Ilustrasi cara kerja obat COVID Paxlovid
loading

Paxlovid tersedia dalam bentuk kemasan blister. Blister tersebut berisi dua tablet Nirmatrelvir 150 mg dan satu tablet Ritonavir 100 mg. Nirmatrelvir dan Ritonavir punya cara kerja masing-masing. 

Nirmatrelvir bekerja dengan menghambat replikasi protein lonjakan alias spike protein SARS-CoV-2. Protein lonjakan digunakan virus corona untuk memasuki sel tubuh manusia dan membuatnya lebih menular.

Nirmatrelvir menghambat replikasi spike protein coronavirus dengan menekan enzim protease. Ini merupakan enzim yang digunakan virus untuk bereproduksi di dalam tubuh manusia. 

Artikel Lainnya: Mendapatkan Vaksin Flu dan COVID Bersamaan, Bolehkah?

Nirmatrelvir pada gilirannya menghambat perkembangan virus corona. Meski begitu, efektivitas antivirus ini bisa berkurang. Pasalnya, obat ini mudah terurai di dalam tubuh manusia.

Karenanya, agar Nirmatrelvir tidak cepat terurai dan kinerjanya tetap stabil di dalam tubuh, diperlukan tambahan asupan Ritonavir.

Ritonavir sebelumnya merupakan obat yang pernah digunakan dalam terapi pengobatan HIV/AIDS. Dalam paket Paxlovid, Ritonavir berfungsi untuk mendukung kemampuan Nirmatrelvir.

Ritonavir bekerja dengan mematikan metabolisme Nirmatrelvir di organ hati. Sehingga, Nirmatrelvir tidak cepat terurai, dan sanggup bekerja lebih lama untuk membantu tubuh melawan infeksi COVID-19. 

2 dari 5

2. Mengurangi Risiko Rawat Inap dan Kematian 

Ilustrasi khasiat obat COVID Paxlovid
loading

Hasil uji klinis yang dilakukan Pfizer mengungkapkan obat Paxlovid memiliki efektivitas sebesar 89 persen dalam mengurangi risiko rawat inap dan kematian akibat infeksi virus corona. Hal ini jika obat diberikan 3 hari setelah gejala infeksi muncul.

Sementara itu, jika Paxlovid digunakan lima hari setelah munculnya gejala infeksi virus corona, efektivitas antivirus ini turun sedikit menjadi 88 persen dalam mengurangi risiko rawat inap dan kematian.

Karena tingginya efektivitas Paxlovid, Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat menerbitkan izin penggunaan darurat (EUA) Paxlovid untuk mencegah perburukan gejala COVID-19. 

Paxlovid diperuntukkan bagi individu positif terjangkit SARS-CoV-2, berusia 12 tahun ke atas dan memiliki berat badan sekitar 40 kg.

Artikel Lainnya: Nose Sanitizer dengan Oksida Nitrat Ampuh Atasi COVID-19?

 

3 dari 5

3. Diduga Efektif Melawan Semua Varian Virus Corona

Ilustrasi obat COVID Paxlovid melawan varian virus Corona
loading

Uji klinis Paxlovid dilakukan sebelum strain COVID-19 Omicron menyebar ke seluruh dunia. Kendati demikian, otoritas Pfizer menduga antivirus ini efektif melawan semua varian menular virus corona.

Klaim tersebut didasarkan pada hasil penelitian berbasis laboratorium yang dilakukan Pfizer bersama Icahn School of Medicine. Meski begitu, hasil risetnya belum dipublikasikan melalui jurnal medis yang telah ditinjau oleh sejawat.

4 dari 5

4. Waktu Terbaik Menggunakan Paxlovid

Ilustrasi cara pakai obat COVID Paxlovid
loading

Seperti yang telah disampaikan di atas, satu paket Paxlovid berisi tiga tablet, yaitu dua tablet Nirmatrelvir dan satu tablet Ritonavir.

Dalam satu sesi, tiga tablet Paxlovid harus dikonsumsi sekaligus. Paxlovid digunakan sebanyak dua kali sehari selama lima hari. Obat ini tidak boleh digunakan lebih dari lima hari berturut-turut.

Disampaikan oleh dr. Jeffrey Topal, spesialis penyakit menular dari Yale Medicine, Paxlovid harus digunakan setidaknya dalam waktu lima hari setelah gejala infeksi muncul. 

Artikel Lainnya: Ini Penjelasan Seputar Fenomena Super Immunity COVID-19

“Pasalnya, ketika Anda sudah terinfeksi virus corona lebih dari sepekan, kerusakan dalam tubuh yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 tidak dapat lagi diatasi oleh Paxlovid,” paparnya.

Oleh sebab itu, meskipun efektif mengurangi risiko rawat inap dan kematian akibat coronavirus, Paxlovid tidak efektif digunakan untuk pasien COVID-19 bergejala berat yang sudah dirawat di rumah sakit. 

Itu dia sederet fakta seputar Paxlovid. Obat antivirus ini memang efektif mencegah perburukan gejala COVID-19.

Meski begitu, mencegah penularan jauh lebih baik, daripada mengurangi perburukan infeksi. Karenanya, tetap terapkan protokol kesehatan serta lakukan vaksinasi dan booster.

Disampaikan dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, penerapan prokes, vaksinasi dan booster bermanfaat untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Selain itu, ketiga cara tersebut merupakan pilar utama untuk mencegah infeksi coronavirus maupun mengurangi risiko perburukan gejala infeksi. 

Baca Juga

Jika ingin tanya lebih lanjut seputar COVID-19, konsultasi ke dokter via Live Chat KlikDokter.

(OVI/JKT)

 

Referensi:

Yale Medicine. Diakses 2022. 12 Things To Know About Paxlovid, the Latest COVID-19 Pill.

Ditinjau oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan

ARTIKEL TERKAIT

Vaksin COVID Diperpanjang Masa Kedaluwarsanya, Efektifkah?

Info Sehat
24 Mar

Cara Meredakan Batuk Pilek saat Pandemi Sesuai Penyebabnya

Info Sehat
23 Mar

Omicron Menular Lebih Cepat, Tingkatkan Imun saat Puasa!

Info Sehat
23 Mar

Gejala Deltacron yang Perlu Anda Waspadai

Info Sehat
21 Mar

Mendapatkan Vaksin Flu dan COVID Bersamaan, Bolehkah?

Info Sehat
20 Mar

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat