Alasan Vaksin Covid dari Tembakau Covifenz Ditolak WHO
searchtext customer service

Alasan Vaksin Covid dari Tembakau Covifenz Ditolak WHO

Vaksin tembakau Covifenz merupakan terobosan baru dalam dunia medis. Meski begitu, vaksin ini tidak memperoleh EUA dari WHO. Ketahui alasannya di sini.
Ilustrasi vaksin COVID terbuat dari tembakau

World Health Organization (WHO) menolak memberikan izin penggunaan darurat (EUA) bagi vaksin COVID-19 Covifenz. 

Covifenz merupakan vaksin dari tembakau produksi perusahaan farmasi asal Kanada, Medicago. 

Sebelum ditolak oleh WHO, Covifenz pada 24 Februari 2022 lalu, memperoleh persetujuan National Advisory Committee on Immunization (NACI), di Kanada. NACI menyetujui Covifenz digunakan sebagai vaksin penangkal SARS-CoV-2.

Hal ini karena hasil uji klinis Covifenz menunjukkan bahwa vaksin tembakau tersebut memiliki profil keamanan dan kemanjuran yang baik, dalam melawan infeksi virus corona pada manusia. 

Lantas, mengapa WHO enggan menerbitkan EUA bagi Covifenz? Mari ikuti terus ulasan di bawah ini.

Artikel Lainnya: Golongan Orang yang Jadi Prioritas Vaksin Booster COVID-19

Mengenal Vaksin Tembakau Covifenz

Ilustrasi vaksin Covifenz terbuat dari tembakau

Covifenz merupakan satu-satunya vaksin COVID-19 berbahan dasar tumbuhan yang sudah melewati uji klinis dan diizinkan digunakan untuk manusia. 

Setidaknya, perizinan tersebut secara resmi dikeluarkan oleh otoritas kesehatan sebuah negara, dalam hal ini NACI di Kanada.

Vaksin Covifenz dibuat menggunakan Nicotiana benthamiana, yaitu kerabat dekat dari tanaman tembakau.

Vaksin tembakau diracik dengan mencelupkan benih Nicotiana benthamiana ke dalam larutan dengan kandungan agrobacterium, yaitu mikroorganisme yang dapat menginfeksi tanaman.

Selanjutnya, Nicotiana benthamiana dimodifikasi sedemikian rupa, diekstraksi, lalu dimurnikan hingga berubah menjadi protein murni. 

Protein murni tersebut dirancang untuk mengelabui sistem kekebalan tubuh (imun) manusia. Sehingga, nantinya imun mengira bahwa protein adalah virus corona

Protein kemudian dimasukkan ke dalam vaksin Covifenz. Saat vaksin tembakau tersebut disuntikkan ke dalam tubuh manusia, protein murni yang sudah dimodifikasi bekerja dengan menginstruksikan sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi penangkal coronavirus.

Dengan demikian, tubuh dapat menangkal infeksi SARS-CoV-2 di kemudian hari.

Berdasarkan hasil uji klinis yang dilakukan NACI, Covifenz aman untuk digunakan. Vaksin dari tembakau ini juga memiliki tingkat kemanjuran sebesar 78,8 persen dalam melawan infeksi COVID-19 bergejala sedang hingga berat.

Menilik profil keamanan dan kemanjuran vaksin, NACI pada (24/2) mengizinkan vaksin COVID-19 Covifenz digunakan untuk peserta dewasa usia 18-64 tahun. 

Artikel Lainnya: Alami Overdosis Vaksin COVID-19, Apa Akibatnya? 

Alasan WHO Tolak Vaksin Tembakau Covifenz

 

Ilustrasi WHO tolak vaksin Covifenz yang terbuat dari tembakau

Kendati NACI mengizinkan Covifenz digunakan untuk melawan coronavirus, WHO menolak menerbitkan EUA untuk vaksin tembakau tersebut.

Melalui konferensi pers yang diselenggarakan pada Rabu (16/3), Mariângela Simão, selaku assistant director-general for access to medicines and health products dari WHO, mengatakan pihaknya menolak memberikan EUA untuk vaksin Covifenz.

Alasannya, karena produsen Covifenz yaitu Medicago dimiliki oleh perusahaan rokok, Philip Morris International. Perusahaan tersebut memiliki sepertiga saham di Medicago.

WHO memiliki kebijakan untuk tidak bekerja sama dalam memproduksi dan memasarkan produk yang terlibat dengan perusahaan rokok.

Lebih lanjut, WHO sedang melakukan upaya untuk menyikapi keterlibatan perusahaan rokok yang berinvestasi di industri kesehatan.

Artikel Lainnya: Vaksin COVID Diperpanjang Masa Kedaluwarsanya, Efektifkah? 

Menanggapi hal tersebut, Medicago bersama Kementerian Kesehatan Kanada masih terus berupaya melakukan diskusi lebih lanjut dengan WHO. 

Hingga artikel ini dipublikasikan, Covifenz belum memperoleh EUA dari WHO. Namun produksi vaksin tembakau ini tetap dilanjutkan oleh Medicago.

Itu dia alasan WHO menolak menerbitkan EUA bagi vaksin tembakau Covifenz. Untuk mencegah penularan COVID-19, tetap terapkan protokol kesehatan serta lakukan vaksinasi dan booster. 

Disampaikan dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, penerapan prokes, vaksinasi dan booster masih menjadi salah satu cara untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok.

Baca Juga:

[bacajuga:Baca Juga](3654693 3654533 3654390) 

Ketiga pilar utama pencegahan infeksi coronavirus tersebut berperan membantu mengurangi risiko perburukan gejala infeksi. 

Jika ingin tanya lebih lanjut seputar COVID-19, konsultasi ke dokter via Live Chat.

(OVI/JKT)

Referensi:

NACI. Diakses 2022. An Advisory Committee Statement (ACS) National Advisory Committee on Immunization (NACI): Recommendations on the use of Medicago COVID-19 vaccine (Covifenz).

Global News. Diakses 2022. WHO rejects Medicago’s COVID-19 vaccine due to ties to tobacco giant.

Reuters. Diakses 2022. Medicago's tobacco ties jeopardize growth of its COVID shot.

NPR. Diakses 2022. Tobacco Plants Contribute Key Ingredients For COVID-19 Vaccine.

Ditinjau oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan. 

ARTIKEL TERKAIT

Obat Paxlovid, Dianggap Ampuh Lawan Berbagai Varian COVID

Info Sehat
29 Mar

Vaksin COVID Diperpanjang Masa Kedaluwarsanya, Efektifkah?

Info Sehat
24 Mar

Cara Meredakan Batuk Pilek saat Pandemi Sesuai Penyebabnya

Info Sehat
23 Mar

Omicron Menular Lebih Cepat, Tingkatkan Imun saat Puasa!

Info Sehat
23 Mar

Gejala Deltacron yang Perlu Anda Waspadai

Info Sehat
21 Mar

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat