Terima Vaksin Booster Saat Puasa, Amankah?
searchtext customer service

Terima Vaksin Booster Saat Puasa, Apa Efeknya bagi Tubuh? 

Vaksin booster penting untuk melindungi diri dari COVID-19. Bolehkah terima booster saat puasa? Ini kata dokter.
Terima Vaksin Booster Saat Puasa

 

Pelaksanaan vaksinasi booster COVID-19 masih berlangsung di bulan Ramadan 2022. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah menyatakan vaksin COVID tidak membatalkan puasa. 

Namun, sebagian orang kerap ragu atau takut mendapatkan vaksin booster saat puasa, misalnya karena efek samping ataupun khawatir puasa menjadi batal.

Lantas, apa efek suntik vaksin booster saat puasa? Simak tanggapan dokter berikut ini.  

Amankah Menerima Vaksin Booster COVID-19 Saat Puasa? 

Dokter Devia Irine Putri mengatakan, dari segi medis, mendapatkan suntikan booster saat puasa boleh-boleh saja. Terlepas dari efek samping yang akan terjadi, vaksin booster nyatanya tidak menimbulkan efek kesehatan fatal jika diberikan saat puasa.  

Seiring waktu, perlindungan vaksin terhadap virus dapat menurun. Oleh karena itu, vaksin dosis booster dibutuhkan untuk mencegah infeksi virus corona, terutama di kala puasa.

Booster dapat membantu membentuk imunitas tubuh yang baik terhadap virus corona. Dengan menerima dosis tersebut saat puasa, sistem imun tubuh dapat lebih kuat terhadap paparan virus. Daya tahan tubuh yang baik memang dibutuhkan ketika berpuasa. 

Artikel Lainnya: Bolehkah Ibu Menyusui Vaksinasi COVID-19? Ini Kata Dokter

Bagaimana Jika Terjadi KIPI dari Dosis Booster Saat Puasa?

Dijelaskan dr. Devia, KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) atau efek samping yang muncul setelah mendapat booster COVID-19 umumnya bersifat ringan dan dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. 

Efek samping booster umumnya meliputi sakit di lengan yang disuntik, merasa lelah, sakit kepala, pegal, dan demam. Namun, beberapa orang mungkin juga tidak mendapatkan efek samping apa pun setelah mendapatkan booster. 

“Jika terjadi KIPI, pastikan untuk istirahat cukup. Jika mengalami pegal di tempat suntikan, bisa kompres dengan air dingin. Kemudian, kalau muncul demam, minum obat parasetamol dan air putih yang cukup saat berbuka puasa,” ucap dr. Devia.

Selain itu, dr. Devia menyarankan, Anda bisa menggunakan kompres hangat untuk membantu meredakan demam dan sakit kepala karena booster selama masih berpuasa.

Artikel Lainnya: Vaksin Booster COVID-19 Beda Merek, Efektifkah?

Persiapan Sebelum Menerima Vaksin Booster Saat Puasa

Jika mendapatkan jadwal vaksin booster ketika puasa, pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup, makan menu bergizi seimbang saat berbuka di hari sebelumnya dan sahur, serta minum air putih yang cukup.

Bila memungkinkan, terima booster di sore hari. Jadi, jika ada potensi efek samping, durasi untuk makan dan minum tidak terlalu lama menjelang berbuka puasa.

Baca Juga

Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mendapatkan vaksin booster COVID-19 saat puasa. 

Gunakan Live Chat di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi kepada dokter lebih mudah dan respons cepat.

(FR/NM)

Referensi:

  • Wawancara dr. Devia Irine Putri
  • BBC UK. Diakses 2022. Covid vaccine: Fasting during Ramadan 'should not stop Muslims getting jab'
  • WebMD. Diakses 2022. What Are Booster Shots?

 

ARTIKEL TERKAIT

Mimisan Saat Puasa, Lakukan Ini untuk Pertolongan Pertama

Info Sehat
10 Apr

Puasa Aman bagi Penderita Mag

Info Sehat
10 Apr

Tips Berpuasa Saat sedang Demam

Info Sehat
08 Apr

Saat Sahur, Hindari Minuman Ini Agar Puasa Lancar

Info Sehat
08 Apr

Benarkah Minum Oralit Bikin Kenyang Seharian Saat Puasa?

Info Sehat
06 Apr

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat