Waspada, GERD Bisa Picu 3 Penyakit Paru Ini
searchtext customer service

GERD Bisa Picu Sederet Penyakit Paru Ini

Tahukah Anda kalau GERD atau asam lambung bisa picu penyakit paru? Cari tahu di sini apa saja penyakit paru akibat komplikasi GERD.
GERD Bisa Picu Sederet Penyakit Paru Ini

 

Gastroesophageal reflux disease (GERD) alias penyakit asam lambung merupakan kondisi naiknya (refluks) isi lambung berupa makanan, minuman dan cairan asam lambung ke kerongkongan.  

Kondisi tersebut menyebabkan sensasi terbakar di dada (heartburn), nyeri ulu hati, sesak napas, mulut terasa asam, sakit tenggorokan, serta kesulitan menelan.

Lebih dari itu, komplikasi GERD nyatanya juga bisa mencetuskan sejumlah penyakit paru-paru. Bagaimana refluks isi lambung menjadi biang keladi penyebab penyakit paru? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini! 

Artikel Lainnya: 6 Aktivitas yang Harus Dihindari Penderita GERD

 

 

1 dari 3

1. Pneumonia Aspirasi 

loading

Pneumonia aspirasi merupakan peradangan paru akibat masuknya benda asing ke dalam paru-paru. Benda asing yang dimaksud dapat berupa makanan, minuman, cairan isi lambung maupun partikel yang tertelan. 

Disampaikan dr. Jay H. Ryu dari Mayo Clinic, Amerika Serikat, pengidap GERD bisa mengembangkan pneumonia aspirasi secara tidak sadar.

Pasalnya, ketika mengalami refluks, cairan isi lambung bisa masuk ke dalam paru. Terlebih, kondisi naiknya isi lambung pada penderita GERD bisa terjadi berulang kali. Hal ini akibat katup sfingter mengalami kerusakan.

Sfingter merupakan otot berbentuk cincin yang terletak di bawah kerongkongan. Katup ini dapat membuka dan menutup layaknya pintu satu arah.

Sfingter memungkinkan makanan dan minuman masuk menuju lambung dan dicerna. Otot ini juga mencegah isi lambung naik kembali ke kerongkongan.

Artikel Lainnya: Tipe-tipe Pneumonia yang Harus Diketahui

Dalam keadaan normal, sfingter akan tertutup rapat. Namun, ketika seseorang mengalami penyakit asam lambung, katup ini melemah sehingga tidak dapat menutup dengan baik.

Kerusakan sfingter lantas menyebabkan isi lambung naik ke kerongkongan. Ketika hal ini terjadi, asam lambung bisa tersedot ke dalam paru.

Akibatnya, paru-paru mengalami cedera, sehingga mencetuskan peradangan paru alias pneumonia. 

Ditambahkan dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, pneumonia aspirasi dapat pula berkembang karena refluks isi lambung memicu batuk kronis. Ini merupakan kondisi batuk berkelanjutan yang berlangsung dalam kurun delapan pekan untuk orang dewasa, dan empat pekan untuk anak-anak. 

“Batuk kronis yang mencetuskan mikroaspirasi (masuknya partikel kecil cairan asam lambung ke dalam paru), secara tidak langsung menyebabkan pneumonia,” paparnya.

Artikel Lainnya: Cegah GERD dengan Gaya Hidup Sehat Ini

2 dari 3

2. Asma 

loading

Komplikasi GERD juga bisa menyebabkan asma, yaitu kondisi peradangan kronis atau jangka panjang di saluran pernapasan. 

Menurut dr. Maxwell Chait, ahli gastroenterologi dari ColumbiaDoctors Medical Group, AS, penyakit asam lambung dapat menyebabkan otot-otot dinding bronkial yang melapisi bronkus (saluran pernapasan menuju paru-paru) cedera dan mengencang.

Hal ini memicu terjadinya bronkospasme alias penyempitan bronkus. Bronkospasme menyebabkan aliran oksigen ke paru terhambat. Akibatnya, pengidap GERD mengalami gejala asma, berupa mengi, batuk dan sesak napas. 

Artikel Lainnya: Komplikasi Asma yang Bisa Menurunkan Kualitas Hidup Anda

3. Fibrosis Paru Idiopatik

Fibrosis paru idiopatik adalah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh pertumbuhan jaringan parut di organ pernapasan dalam jangka waktu lama. 

Kondisi ini menyebabkan penderitanya rentan mengalami sesak napas, batuk kering, kelelahan, nyeri otot dan sendi, ujung kaki dan tangan membiru, hingga penurunan berat badan drastis. 

Berdasarkan American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, sekitar 90 persen penderita fibrosis paru idiopatik mengidap penyakit asam lambung. GERD dianggap sebagai salah faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengembangkan fibrosis paru idiopatik.

Artikel Lainnya: Faktor Risiko Fibrosis Paru yang Mesti Anda Waspadai

Pasalnya, refluks isi lambung dapat masuk ke saluran pernapasan, dan menyebabkan peradangan alveolus (kantung udara dalam paru-paru). Kondisi ini membuat paru-paru menciptakan jaringan parut. 

Jaringan parut dibuat untuk memperbaiki kondisi paru. Sayangnya, jaringan parut menyebabkan paru-paru tidak dapat bekerja seperti semula. Dalam jangka panjang, kondisi ini mencetuskan fibrosis paru idiopatik.

Baca Juga

Itu dia sederet penyakit paru akibat komplikasi GERD. Untuk mencegah perkembangan penyakit asam lambung, hindari asupan yang dapat mencetuskan gejala GERD. 

Lalu, Anda juga bisa mengonsumsi makanan dalam porsi kecil, jangan makan dalam posisi berbaring, dan jaga berat badan ideal. Selain itu, biasakan pula untuk tidak mengenakan pakaian ketat, serta disiplin latihan pernapasan.   

Jika ingin tanya lebih lanjut seputar penyakit asam lambung, konsultasi ke dokter via Live Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan terkini di aplikasi KlikDokter.

(PUT/NM)

Referensi:

  • American College of Physicians. Diakses 2022. Consider GERD in patients with pulmonary diseases.
  • European Respiratory Journal. Diakses 2022. High prevalence of abnormal acid gastro-oesophageal reflux in idiopathic pulmonary fibrosis.

Ditinjau oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan

 

ARTIKEL TERKAIT

Cara Mengatasi Nyeri di Ulu Hati Akibat Asam Lambung

Info Sehat
19 Apr

Tips Tidur Tetap Nyaman untuk Penderita Penyakit GERD

Info Sehat
05 Apr

Gerakan Yoga untuk Pengidap GERD

Info Sehat
05 Apr

Vitamin dan Suplemen untuk Mendukung Pengobatan GERD

Info Sehat
28 Mar

Rutin Sarapan Bisa Cegah GERD?

Info Sehat
22 Mar

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat