Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Lebih Berbahaya?
searchtext customer service

Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Lebih Berbahaya?

Varian virus corona terbaru yakni Omicron BA.4 dan BA.5 telah terdeteksi di Indonesia. Seberapa bahaya varian ini? Berikut penjelasannya.
Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Lebih Berbahaya?

Baru-baru ini pemerintah mengonfirmasi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 telah terdeteksi di Indonesia. Diperkirakan, varian virus corona terbaru ini masuk Indonesia pada akhir Mei lalu. 

Kementerian Kesehatan RI telah melaporkan empat kasus varian Omicron BA.4 dan BA.5 ditemukan di Bali pada Juni 2022. 

Lalu, apa gejala Omicron BA.4 dan BA.5 yang muncul? Mampukah vaksin menangani varian baru COVID tersebut?

Asal-Usul Varian BA.4 dan BA.5

Omicron Punya Sub-Varian BA.3, Seberapa Berbahaya?

Omicron BA.4 dan BA.5 pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan pada akhir November 2021. Varian COVID-19 terbaru ini telah membuat lonjakan kasus di tempat pertama kali ditemukan.  

Sejauh ini strain virus corona tersebut telah diidentifikasi di beberapa negara lainnya. Berdasarkan laporan UK Health Security Agency (UKHSA), BA.4 telah terdeteksi di sejumlah negara antara lain Austria, Inggris, Amerika Serikat, Denmark, Israel, Italia, Prancis, Australia, dan Botswana.

Sementara, BA.5 juga terdeteksi di Portugal, Jerman, Inggris, Amerika Serikat, Denmark, Austria, Hong Kong, Kanada, Norwegia, Spanyol, dan beberapa negara lain.  

European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) mengklasifikasi BA.4 dan BA.5 sebagai varian yang menjadi perhatian atau variant of concern (VOC).

Artikel lainnya: Kemampuan Infeksi Virus Corona Turun Ketika Berada di Udara

Kasus Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia

Studi: Omicron Bertahan Lebih Lama di Plastik dan Kulit

Dari 4 kasus yang terkonfirmasi di Bali, 1 orang dinyatakan positif BA.4 dengan kondisi yang tidak bergejala. Ia pun telah melakukan vaksinasi COVID-19 sebanyak 2 kali.

Untuk tiga orang lainnya, mereka dinyatakan positif varian COVID Omicron BA.5. Ketiga orang ini disinyalir terpapar virus setelah melakukan perjalanan luar negeri.

Dari ketiganya, 2 orang tidak memiliki gejala. Sedangkan, 1 orang mengalami gejala ringan seperti sakit tenggorokan dan badan pegal. 

Ketiga orang tersebut telah menerima vaksin booster. Bahkan, salah satu di antaranya telah mendapatkan vaksinasi sebanyak empat kali.

Artikel lainnya: Bolehkah Terima Vaksin COVID-19 saat Haid? Ini Kata Dokter

Apakah Vaksin Masih Efektif Mencegah Infeksi Varian Baru?

Ilustrasi vaksin COVID terbuat dari tembakau

Gejala Omicron BA.4 dan BA.5 tidak jauh berbeda dan tergolong ringan. Keluhan yang mungkin timbul antara lain demam, lelah dan tidak enak badan, serta kehilangan penciuman.

Dijelaskan oleh dr. Theresia Rina Yunita, vaksin COVID-19 yang ada saat ini masih efektif dalam mencegah infeksi berat atau kematian akibat COVID-19. 

“Belum cukup informasi yang mendukung apakah mutasi baru BA.4 dan BA.5 dapat menyebabkan sakit parah pada mereka yang telah divaksinasi. Jika ditemukan kejadian tersebut, maka kemungkinan vaksin booster diperlukan lagi,” ucap dr. Theresia.

Penelitian yang diterbitkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan, orang yang sudah menerima 3 dosis vaksin mRNA memiliki risiko rawat inap 90 persen lebih kecil selama gelombang Omicron, dibandingkan orang yang tidak divaksinasi.

Dokter Theresia menambahkan, selain vaksinasi, pencegahan utama seperti memakai masker saat di luar rumah, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak tetap perlu dilakukan untuk menjaga diri tetap sehat dan terhindar dari paparan COVID-19.

Nyatanya pandemi COVID-19 belum usai. Pastikan kamu dan orang tersayang telah mendapatkan vaksinasi lengkap, ya.

Baca Juga

#JagaSehatmu dengan makan makanan bergizi seimbang, olahraga, istirahat cukup, dan lakukan protokol kesehatan. Gunakan layanan tanya dokter online untuk konsultasi mudah dan cepat hanya dari rumah.

Untuk info lengkap seputar COVID-19, download aplikasi KlikDokter. Di sini kamu juga bisa mendapatkan promo swab test dan beli obat!

(FR/JKT)

Referensi:

Kemenkes RI. Diakses 2022. Subvarian Baru Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Tingkat Kesakitan Rendah.

Centers for Disease Control and Prevention. Diakses 2022. Effectiveness of a Third Dose of mRNA Vaccines Against COVID-19–Associated Emergency Department and Urgent Care Encounters and Hospitalizations Among Adults During Periods of Delta and Omicron Variant Predominance — VISION Network, 10 States, August 2021–January 2022

News Medical Life Sciences. Diakses 2022. Exploring antigenic traits of SARS-CoV-2 Omicron BA.5 and BA.4 subvariants.

MedPage Today. Diakses 2022. Omicron BA.4 and BA.5: Starting From Scratch Yet Again.

Ditinjau oleh dr. Theresia Rina Yunita

ARTIKEL TERKAIT

Tidur Sambil Memakai Masker Medis, Berbahayakah?

Info Sehat
18 Mei

Ketentuan Mudik Lebaran 2022 di Masa Pandemi COVID-19

Info Sehat
26 Apr

Varian COVID-19 XJ Muncul, Apakah Lebih Berbahaya?

Info Sehat
13 Apr

Efek Samping Vaksin COVID-19 Moderna

Info Sehat
12 Apr

Buah yang Baik Dikonsumsi Pasien COVID-19

Info Sehat
05 Apr

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat