Varian Baru Omicron BA.2.75 Terdeteksi, Seberapa Berbahaya?
searchtext customer service

Varian Baru Omicron BA.2.75 Terdeteksi, Seberapa Berbahaya?

Baru-baru ini dikabarkan varian baru Omicron muncul, yakni BA.2.75. Seberapa berbahaya varian ini?
Varian Baru Omicron BA.2.75 Terdeteksi, Seberapa Berbahaya?

Semenjak kemunculannya, varian COVID Omicron telah menjadi salah satu yang dominan dan terus bermutasi. Belum usai dengan varian BA.4 dan BA.5, baru-baru ini dikabarkan ada yang terbaru, yakni Omicron BA.2.75

Kasus BA.2.75 disinyalir pertama kali ditemukan di India pada awal 2022. Apakah varian baru Omicron tersebut lebih berbahaya dibanding varian sebelumnya? 

Varian Omicron BA.2.75 Belum Terbukti Lebih Berbahaya

Belum ada pernyataan resmi dari WHO atau CDC tentang seberapa berbahaya Omicron BA.2.75 (5/7). Oleh karena itu, masih terlalu dini untuk mengatakan varian ini lebih berbahaya dari yang lain. 

Artikel lainnya: Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Lebih Berbahaya?

Menurut lembaga penelitian Bloom Lab Fred Hutch, Amerika Serikat, BA.2.75 diteliti memiliki perubahan antigenik yang cukup besar dibandingkan BA.2. Ada dua mutasi kunci dari BA.2.75, yaitu G446S dan R493Q.

Para peneliti mengatakan, setiap mutasi mungkin saja menjadi lebih berbahaya dari varian aslinya. Karena, virus sudah dapat beradaptasi dengan lingkungan sebelumnya. 

Dokter Theresia Rina Yunita mengatakan, “Adanya lonjakan kasus yang mendadak tinggi di beberapa negara diperkirakan disebabkan adanya mutasi varian baru dari Omicron ini.”

“Untuk seberapa berbahayanya varian ini, belum dapat diambil kesimpulan. Karena, para peneliti masih melihat potensi varian ini terhadap masyarakat,” lanjutnya.

Subvarian BA.4 dan BA.5 dari Omicron dilihat masih menjadi varian yang dominan. Kedua varian ini telah menyebabkan lonjakan kasus COVID di Afrika Selatan. Subvarian BA.4 dan BA.5 juga telah terdeteksi di wilayah Indonesia.

Artikel lainnya: Varian COVID XE, Apakah Lebih Berbahaya dari Omicron?

Pencegahan Infeksi Virus Omicron Baru

Efek Samping Penggunaan Vaksin Virus Corona, Ini Penjelasan CDC

Kasus COVID-19 memang cenderung melandai di beberapa negara termasuk Indonesia. Namun, kamu jangan lengah dan tetap selalu proteksi diri. Vaksin COVID masih menjadi salah satu pencegahan yang dinilai paling ampuh untuk virus corona.

Selain itu, tentunya lindungi diri dengan menggunakan masker saat keluar rumah, hindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. 

Pastikan juga kamu menjaga pola makan yang baik, tidur cukup, dan rajin berolahraga. Tidak hanya terhindar dari virus, tubuh kamu juga akan lebih fit! 

Baca Juga

Untuk kamu yang belum mendapatkan vaksinasi ataupun booster COVID-19, segera daftarkan diri di pelayanan kesehatan terdekat. Konsultasi dokter online kalau kamu butuh mengecek kondisi pribadi sebelum vaksin.

Dapatkan info paling update seputar COVID-19 di aplikasi KlikDokter. Di sini kamu juga bisa booking tes swab dan layanan kesehatan lainnya. KlikDokter, solusi untuk #JagaSehatmu!

(FR/JKT)

Referensi:

World Health Organization. Diakses 2022. Statement on Omicron sublineage BA.2.

Centers for Disease Control and Prevention. Diakses 2022. Omicron Variant: What You Need to Know.

Ditinjau oleh dr. Theresia Rina Yunita

ARTIKEL TERKAIT

Wajib Tahu, Ini Organ Tubuh yang Terdampak Virus Corona

Info Sehat
29 Jun

Amankah Vaksinasi COVID-19 Saat Berpuasa?

Info Sehat
20 Jun

Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Lebih Berbahaya?

Info Sehat
14 Jun

Tidur Sambil Memakai Masker Medis, Berbahayakah?

Info Sehat
18 Mei

Ketentuan Mudik Lebaran 2022 di Masa Pandemi COVID-19

Info Sehat
26 Apr

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat