6 Manfaat Alpha Lipoic Acid atau ALA untuk Kulit, Apa Saja?
searchtext customer service

Menilik Manfaat Alpha-Lipoic Acid (ALA) untuk Kulit kamu

Alpha-Lipoic Acid (ALA) adalah senyawa yang sering ditemukan dalam produk perawatan kulit. Apa manfaat senyawa tersebut untuk kulit? Cari tahu faktanya!
Menilik Manfaat Alpha-Lipoic Acid (ALA) untuk Kulit kamu

Kamu yang rutin menggunakan skincare mungkin sudah tidak asing dengan istilah Alpha-Lipoic Acid (ALA). Senyawa ini memiliki efek antioksidan kuat, yang diduga bermanfaat bagi kesehatan kulit. 

Tidak heran, sebagian produsen skincare ternama mengklaim bahwa senyawa Alpha-Lipoic Acid (ALA) dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat kondisi lingkungan.

Senyawa tersebut pun diyakini efektif dalam mencegah munculnya tanda-tanda penuaan dini, seperti kerutan dan lainnya. Lantas, apa kata medis sehubungan dengan manfaat Alpha Lipoic Acid untuk kulit?

Artikel Lainnya: Tranexamic Acid, Zat Skincare Baru yang Kaya Manfaat

1. Melindungi Kulit dari Matahari

Diyakini bahwa mengoleskan skincare berbahan ALA secara berkala dapat melindungi kulit dari dampak buruk sinar ultraviolet (UV). Hal ini konon berkaitan dengan aktivitas antioksidan dalam senyawa ALA.

Studi tahun 2013 yang dimuat dalam National Library of Medicine (PubMed) menemukan bahwa campuran 1,1 persen alfa-tokoferol dan 0,5 persen asam lipoic efektif dalam memasok antioksidan ke dalam kulit. 

Namun, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan guna memahami sejauh mana manfaat ALA dalam melindungi kulit dari paparan sinar matahari. 

2. Mengatasi Kerutan

Studi tahun 2015 yang dimuat National Library of Medicine (PubMed) meneliti efek larutan ALA topikal 5 persen untuk mengobati kerutan wajah. 

Para peneliti menemukan bahwa ALA topikal mampu mengurangi garis-garis halus di sekitar mata dan bibir bagian atas secara signifikan pada partisipan studi. Selama penelitian, tidak ada efek samping yang merugikan yang dilaporkan. 

Namun, dr. Arina Heidyana menambahkan, belum cukup bukti untuk memastikan hal tersebut.

“Masih dibutuhkan banyak penelitian lanjutan untuk mengkaji potensi ALA sebagai antikerut. Dari jurnal yang dicantumkan di atas, belum diketahui bagaimana mekanisme ALA mencegah kerut wajah,” tegas dr. Arina.

3. Mengurangi Bintik-Bintik Gelap Akibat Sinar Matahari

Sebuah studi pada hewan tahun 2019 dalam National Library of Medicine (PubMed) memeriksa efek ALA yang diberikan secara topikal menggunakan tekonologi nanokapsul baru. 

Para peneliti menemukan bahwa ALA yang diberikan menggunakan teknologi ini mampu mengurangi pigmentasi akibat photoaging in vitro pada marmut. Namun, untuk manfaatnya pada manusia masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut. 

Artikel Lainnya: Mengenal Zat Peptide untuk Kulit Wajah Awet Muda

4. Antipenuaan

Diperkirakan bahwa ALA memiliki manfaat antipenuaan. Hal ini diyakini berkaitan dengan kandungan antioksidan kuatnya yang melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari, stres oksidatif, polusi, dan faktor lainnya. 

Sebuah tinjauan studi tahun 2011 yang dimuat dalam National Library of Medicine (PubMed) menyimpulkan bahwa ALA memiliki potensi untuk menjadi agen antipenuaan kuat apabila digunakan dengan tepat. 

Namun, sampai penelitian lebih lanjut dilakukan, efektivitas ALA untuk sebagian agen antipenuaan masih belum dapat dipastikan. 

5. Mengurangi Kerusakan Kulit Akibat Asap Merokok

Pada studi menggunakan tikus yang dilakukan tahun 2017 dan dimuat dalam National Library of Medicine (PubMed), ALA disebut berpotensi mengurangi kerusakan kulit yang disebabkan oleh paparan asap rokok.

Para peneliti menemukan bahwa tikus yang diberikan ALA mengalami peningkatan kemampuan untuk menyembuhkan kerusakan kulit akibat paparan asap rokok. Hal ini diduga berkat kandungan antioksidan dan antiradang di dalam ALA.

Namun, manfaatnya untuk manusia masih belum dapat dipastikan. Masih dibutuhkan penelitian lanjutan dengan skala yang lebih besar guna memastikan efektivitas ALA untuk mengatasi kerusakan kulit akibat paparan asap rokok.

6. Mengoptimalkan Penyembuhan Luka

Studi menggunakan tikus yang diterbitkan tahun 2013 dalam National Library of Medicine (PubMed) menemukan, ALA dapat mempercepat penyembuhan luka. Para peneliti memeriksa efek penerapan ALA topikal pada luka yang dibuat oleh sayatan bedah. 

Tujuh hari setelah pengobatan dimulai, para peneliti menemukan bahwa 60,7% tikus yang diberi ALA telah mengalami penyembuhan luka.

Meski begitu, manfaat ALA untuk menyembukan luka yang ada di tubuh manusia masih belum diketahui dengan pasti hingga saat ini.

Baca Juga

Mengingat beberapa manfaat ALA untuk kulit masih belum dapat dipastikan, kamu yang hendak menggunakan produk skincare dengan kandungan tersebut sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Hal ini demi keamanan dan kenyamanan kamu.

Kamu bisa juga memanfaatkan layanan LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter perihal penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung ALA.

Kunci mendapatkan kulit sehat tidak cuma tepat dalam memilih skincare. Kamu juga perlu #JagaSehatmu karena gaya hidup berpengaruh pada kesehatan kulit.

(NB/NM)

Sumber:

  • WebMD. Diakses 2022. Alpha-Lipoic Acid - Uses, Side Effects, and More
  • Healthline. Diakses 2022. How Alpha-Lipoic Acid (ALA) May Benefit Skin Care
  • NCBI. Diakses 2022. Cutaneous delivery of α-tocopherol and lipoic acid using microemulsions: influence of composition and charge. 2013. 
  • PubMed. Diakses 2022. The clinical efficacy of cosmeceutical application of liquid crystalline nanostructured dispersions of alpha lipoic acid as anti-wrinkle. 2014. 
  • PubMed. Diakses 2022. Novel nanocapsule of α-lipoic acid reveals pigmentation improvement: α-Lipoic acid stimulates the proliferation and differentiation of keratinocyte in murine skin by topical application. 2019. 
  • Taylor and Francis Online. Diakses 2022. Photochemical stability of lipoic acid and its impact on skin ageing. 2011. 
  • PubMed. Diakses 2022. Effect of alpha lipoic acid on smoking-induced skin damage. 2017. 
  • PubMed. Diakses 2022. Evaluation of lipoic acid topical application on rats skin wound healing. 2013. 

Ditinjau oleh dr. Arina Hedyana

ARTIKEL TERKAIT

Beragam Minyak Non-Komedogenik yang Aman untuk Kulit

Info Sehat
21 Jul

Penyebab Jempol Kaki Bau dan Cara Menghilangkannya

Info Sehat
19 Jul

Berbagai Kondisi yang Bisa Menyebabkan Kulit Belang

Info Sehat
19 Jul

Cara Menghilangkan Bekas Luka: Obat, Prosedur Medis, dan Herbal

Info Sehat
14 Jul

Perbedaan SPF 30 dan 50 Serta Fungsinya untuk Kulit

Info Sehat
14 Jul

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat