Pengertian

Act-HIB adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah infeksi yang disebabkan oleh H influenzae tipe B seperti meningitis, septikemia, selulitis, artritis, epiglotitis. Act-HIB mengandung Haemophilus influenzae tipe b polisakarida terkonjugasi pada protein tetanus. Hib adalah infeksi bakteri yang dapat menyebabkan penyakit serius, termasuk infeksi otak (meningitis). Anak-anak di bawah 5 tahun berisiko paling tinggi untuk terinfeksi. Vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindungi dari penyakit yang mengancam jiwa. Vaksin bekerja dengan menyebabkan tubuh menghasilkan perlindungan sendiri (antibodi). Vaksin ini biasanya tidak digunakan pada anak di atas usia 4 atau pada orang dewasa.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Vaksin
  • Kandungan: Haemophilus Influenzae Tipe B Polisakarida
  • Bentuk: Vial
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Box,1 vial @ 1 dosis + 1 Syringe Pelarut @ 0.5 mL
  • Farmasi: Sanofi Pasteur.

Kegunaan

Act-HIB digunakan sebagai pencegahan infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe b seperti pada penyakit meningitis (radang otak), septikemia (keracunan darah), selulitis (infeksi jaringan lunak), artritis (radang sendi), epiglotitis (radang tulang rawan).

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Act-HIB harus dikonsultasikan kepada Dokter. Dosis Act-HIB diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Anak-anak usia 1-5 tahun: 1 suntikan dosis tunggal.
  • Anak-usia 6-12 bulan: 2 dosis suntikan dengan jarak interval bulanan. Diikuti dengan injeksi booster, 12 bulan setelah dosis kedua.
    \Anak usia < 6 bulan: 3 dosis injeksi berturut-turut dengan jarak bulanan. Diikuti dengan injeksi dosis booster, 12 bulan setelah dosis ke-3 (bisa dengan cara mengikuti waktu vaksinasi Difteri-Tetanus-Pertusis-Poliomielitis diikuti oleh booster, 12 bulan setelah Dosis ketiga. kedua vaksin ini dapat diberikan bersamaan di tempat injeksi terpisah. Cara pengunaan harus dengan tenaga kesehatan.

Efek Samping

Efek samping Act-HIB biasanya ringan dan singkat tanpa reaksi serius. Efek samping yang umum seperti reaksi lokal termasuk pembengkakan, atau kemerahan dan nyeri di tempat suntikan. Efek samping sistemik yang mungkin terjadi misalnya demam, sakit kepala, malaise (lemas), gelisah, kehilangan nafsu makan, muntah dan diare. Efek samping yang berpotensi fatal adalah reaksi anafilaksis (kejang).

Kontraindikasi:
Obat ini sebaiknya tidak digunakan pada pasien Hipersensitivitas (alergi).

Kategori Kehamilan:
Mengkategorikan Act-HIB ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin. Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Act-HIB selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.