Pengertian

Actaxon Injeksi adalah obat untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kemih (ISK), infeksi tulang, infeksi kulit dan sendi, infeksi intra-abdomen, gonore tanpa komplikasi, septikemia (keracunan darah akibat bakteri dalam jumlah banyak) , profilaksis bedah (tindakan untuk mencegah infeksi pasca operasi), meningitis, dan berbagai infeksi lain. Actaxon Tablet mengandung ceftriaxone, yaitu antibiotik untuk mengobati berbagai penyakit infeksi bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan bawah, otitis media bakteri akut, infeksi kulit dan struktur kulit, infeksi saluran kemih dengan komplikasi ataupun tidak, gonorrhea yang tidak disertai komplikasi, penyakit peradangan pelvis, infeksi tulang dan sendi, meningitis, profilaksis bedah, dan berbagai infeksi bakteri lainnya. Cara kerja obat ini yaitu dengan mengikat satu atau lebih penicillin-binding protein sehingga dapat menghambat transpeptisida pada dinding sel bakteri, yang pada akhirnya biosintesis dapat dihambat dan mencegah pembentukan dinding sel sehingga dapat menyebabkan kematian sel bakteri. Cara bekerja obat ini biasanya disuntikan pada otot oleh Dokter ahli.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Sefalosporin
  • Kandungan: Ceftriaxone 1 gram
  • Bentuk: Serbuk
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 1 Gram + 1 Ampul Pelarut @ 10 mL
  • Farmasi: Actavis.

Kegunaan

Actaxon Injeksi digunakan untuk mengobati penyakit seperti infeksi saluran pernapasan bawah, infeksi kulit dan struktur kulit, infeksi saluran kemih komplikasi maupun tidak, radang pelvis (panggul), infeksi tulang dan sendi.

Dosis & Cara Penggunaan

Actaxon Injeksi termasuk ke dalam golongan obat keras. Pembeliannya wajib menggunakan resep Dokter. Konsultasilah terlebih dahulu kepada Dokter sebelum menggunakan obat ini karena dosis yang digunakan tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dosis umum pemakaian Actaxon Injeksi adalah:

  • Penyakit profilaksis infeksi pada pembedahan, dosis yang diberikan untuk usia dewasa yaitu 1 gram sebagai dosis tunggal diminum 0,5 - 2 jam sebelum dilakukan operasi melalui intramuscular atau intravena diberikan selambat-lambatnya minimal 2-4 menit. Lalu infus intravena intermiten minimal waktu yang diberikan 30 menit. Dan pada operasi korektal dosis yang diberikan sebanyak 2 gram.
  • Gonore tanpa komplikasi, dosis awal yang diberikan pada pasien dewasa sebanyak 250 gram, melalui dosis tunggal secara intramuscular.
  • Rentan penyakit infeksi, dosis awal untuk dewasa sebanyak 1 gram 1 kali sehari, diberikan melalui intramuscular atau injeksi intravena yang lambat. Minimal diberikan 2 - 4 menit, infus intravena intermiten waktu paling sedikit diberikan selama 30 menit kemudian dapat ditingkatkan menjadi 2 - 4 gram setiap harinya, namun hal ini berlaku hanya pada pengobatan infeksi berat saja.
  • Pada dosis anak yang ada pada usia kurang dari 12 tahun diberikan dosis awal sebanyak 20-50 gr/kg 1 kali sehari kemudian dapat ditingkatkan menjadi 80 mg/kg (hanya berlaku pada pasien infeksi berat) untuk dosis yang besar diberikan sebanyak 50mg/kg masih sama melalui intravena paling sedikit 30 menit dan maksimal 50 mg/kg sehari melalui infus intravena selama 60 menit.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin ditimbulkan yaitu:

  • Efek samping perut mulas, penyakit diare, badan lemas dan mual disertai muntah, neutropenia (jumlah neutrofil dalam darah menurun), eosinofilia (eosinofil dalam darah tinggi), anemia ruam, pruritus (gatal di sebagian atau di seluruh tubuh), kejang demam.
  • Peningkatan konsentrasi serum.
  • Hipoprothrombinaemia (kekurangan protombin yang merupakan salah satu komponen dalam pembekuan darah) dan pankreatitis akan tetapi sangat jarang terjadi
  • Reaksi anafilaksis, kolotis oleh clostridium difficile dan anemia hemolitik.
  • Reaksi gatal pada kulit
  • Gangguan GI (pendarahan saluran pencernaan)
  • Sakit dada/ sesak nafas
  • Gejala infeki otak.

Kontraindikasi:
- Hipersensitivitas terhadap seftriakson atau sefalosporin
- Neonatus (bayi baru lahir sampai usia 28 hari)

Interaksi Obat:

  • Dapat meningkatkan nefrotoksisitas (penyakit ginjal) jika digunakan bersama obat aminoglikosida.
  • Dapat mengurangi efek terapi BCG, vaksin tifoid, Na picosulfate
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan antagonis vitamin K (pembekuan darah)
  • Larutan kalsium hidroksida dapat menyebabkan pengendapan bahan kristal di paru-paru dan ginjal.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Actaxon Injeksi ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).