Pengertian

Actazolam merupakan obat yang mengandung alprazolam. Alprazolam berfungsi untuk mengatasi kegelisahan berlebihan atau gangguan panik dan agoraphobia (Ketakutan yang ekstrim atau berlebihan terhadap ruang ramai atau tempat umum tertutup). Actazolam bekerja dengan cara meningkatkan aktivitas zat kimia tertentu dalam tubuh, membatasi rangsangan berlebihan pada otak dan membiarkan otak mengembalikan keseimbangan alami.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Hipnotik dan Sedatif
  • Kandungan: Alprazolam 0.5 mg;¬†Alprazolam 1 mg
  • Bentuk: Strip
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Actavis

Kegunaan

Anxiety (Rasa gelisah berlebihan) dan ganggunan panik dengan atau tanpa agoraphobia (Ketakutan yang ekstrem atau berlebihan terhadap ruang ramai atau tempat umum tertutup).

Dosis & Cara Penggunaan

Actazolam merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan actazolam juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Aturan penggunaan:

  • Anxiety (gelisah berlebihan)
    Dewasa : 0.25-0.5 mg 3 kali sehari, maksimal 4 mg perhari dalam dosis terbagi.
  • Untuk Gangguna Panik
    Dosis awal diminum 0.5-1 mg sebelum tidur malam atau 0.5 mg 3 kali sehari. Dapat ditingkatkan hingga 1 mg perhari selama 3-4 hari.
    Untuk pasien manula atau pasien dengan gangguan fungsi hati 0.25 mg 2-3 kali sehari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi actazolam adalah:
-Mengantuk
-Insomnia (gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan untuk tidur)
-Hipotensi (tekanan darah rendah)
-Penyakit kuning.
-Gangguan saluran cerna (termasuk mual, muntah, diare maupun sembelit)
-Ruam kulit
-Perubahan libido
-Ketidakteraturan menstruasi
-Retensi urin (penumpukan urin pada kandung kemih)
-Diskrasia darah (gangguan sel plasma darah)
-Sakit kepala
-Amnesia (kondisi terganggunya daya ingat)
-Pusing
-Tremor (getaran atau menggigil yang terjadi secara tidak sadar)
-Penglihatan kabur
-Kebingungan dan halusinasi
-Ataksia (pudarnya kemampuan koordinasi atas gerakan otot)

Kontraindikasi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap alprazolam
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit mistenia gravis (penyakit autoimun kronis yang menghasilkan kelemahan otot), glaukoma sudut sempit akut, insufisiensi paru (ketidakmampuan paru untuk bekerja) akut, fobia (rasa takut berlebihan) dan kondisi obsesif psikotik kronis, dan anak-anak dan bayi prematur.

Interaksi Obat:

  • Memperkuat efek antidepresan dengan mengkonsumsi bersama dengan alkohol dan obat golongan barbiturat
  • Metabolisme actazolam diperngaruhi oleh simetamin dan fluvoksamin

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Actazolam ke dalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut:

Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).