Pengertian

Actosmet adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit kencing manis/ diabetes mellitus tipe 2 bila pengobatan monoterapi tidak memberikan hasil yang adekuat. Actosmet Tablet adalah obat kencing manis kombinasi Pioglitazone (obat anti diabetes mellitus tipe 2 golongan thiazolidinedione) dan Metformin (obat diabetes tipe 2 golongan biguanid).
Actosmet mengandung Pioglitazone dan Metformin. Pioglitazone adalah obat anti diabetes mellitus tipe 2. Pioglitazone menurunkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan sensitivitas sel-sel tubuh penderita terhadap insulin sehingga mengakibatkan gula yang diubah menjadi energi lebih banyak. Dengan demikian kadar gula dalam darah menjadi menurun. Obat ini juga meningkatkan respons insulin terhadap sel target tanpa meningkatkan sekresi insulin pankreas. Metformin bekerja dengan cara menekan produksi glukosa oleh hati. Selain itu, obat ini juga meningkatkan sensitivitas insulin, meningkatkan penyerapan glukosa perifer, menurunkan penekanan insulin yang diinduksi pada proses oksidasi asam lemak, dan mengurangi penyerapan glukosa pada saluran pencernaan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidiabetes
  • Kandungan: Pioglitazone HCl 15 mg, Metformin HCl 850 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: 1 Strip @ 7 Tablet
  • Farmasi: Takeda.

Kegunaan

Actosmet digunakan sebagai tambahan program diet dan olahraga untuk meningkatkan kontrol glikemik pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang sudah diobati dengan thiazolidinedione & metformin.

Dosis & Cara Penggunaan

Actosmet termasuk ke dalam golongan obat keras. Pembeliannya wajib menggunakan resep Dokter. Konsultasilah terlebih dahulu kepada Dokter sebelum menggunakan obat ini karena dosis yang digunakan tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.
Actosmet diberikan dengan dosis awal, 1 tablet 1-2 x sehari. Maksimal: 3 tablet setiap hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin timbul selama pengunaan Actosmet adalah:

  • Efek samping yang paling umum adalah iritasi pada saluran pencernaan misalnya diare, kram perut, mual, muntah, perut kembung dan lebih sering kentut.
  • Efek samping yang lebih serius namun jarang terjadi adalah asidosis laktat. Kejadian lebih sering bila pasien juga menderita gangguan hati, ginjal paru, gangguan jantung kongestif atau mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Jika efek samping ini terjadi segera hentikan pemakaian obat dan hubungi pihak medis. Tanda-tanda asidosis laktat adalah merasa sangat lemah, lelah, atau tidak nyaman, nyeri otot, kesulitan bernapas, gangguan perut, merasa kedinginan, pusing, detak jantung lambat atau tidak teratur.
  • Pada penggunaan jangka panjang, waspadai terjadinya malabsorpsi vitamin B12.
  • Efek samping lain eritema (kulit ruam), pruritus (gatal di seluruh tubuh), urtikaria (reaksi alergi) dan bisa menyebabkan hepatitis jika diberikan pada dosis tinggi dan jangka waktu lama.
  • Efek samping Actosmet Tablet seperti umumnya obat yang mengandung Pioglitazone adalah retensi cairan dan edema perifer. Akibatnya, Actosmet Tablet bisa memicu gagal jantung kongestif (yang memburuk dengan kelebihan cairan pada mereka yang berisiko).
  • Actosmet Tablet bisa menyebabkan naiknya berat badan yang disebabkan oleh peningkatan jaringan adiposa subkutan
  • Actosmet Tablet bisa menyebabkan peningkatan frekuensi infeksi saluran pernapasan atas, sinusitis, sakit kepala, mialgia dan masalah gigi.
  • Pada tanggal 15 Juni 2011, FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengumumkan bahwa penggunaan Pioglitazone selama lebih dari satu tahun dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kandung kemih.
  • Efek samping Actosmet Tablet lainnya misalnya bisa menyebabkan anemia, disfungsi hati (misalnya muntah, mual yang tidak dapat dijelaskan, anoreksia, urin gelap, sakit perut, kelelahan), keropos tulang dan patah tulang, mialgia, gangguan penglihatan.
  • Penurunan kadar hemoglobin dan hematokrit (tergantung dosis).
  • Menurunkan trigliserida serum, meningkatkan kolesterol HDL.
  • Actosmet Tablet meningkatkan risiko terjadinya patah tulang.
  • Bisa menyebabkan LFT (fungsi hati) abnormal.
  • Efek samping Actosmet Tablet yang berpotensi fatal: Cedera hati hepatoselular kolestatik campuran dan gagal hati; hepatitis, asidosis laktat, gagal jantung kongestif, kanker kandung kemih.

Kontraindikasi:
Actosmet sebaiknya tidak diberikan kepada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif, gagal jantung, gagal napas, gangguan hati, gagal ginjal, kanker kandung kemih, kehamilan dan menyusui.

Interaksi Obat:

  • Peningkatan risiko edema jika Pioglitazone digunakan bersamaan dengan insulin dan sulfonilurea.
  • Cimetidine, antibiotik cefalexin mengurangi clearance Metformin oleh ginjal sehingga menyebabkan peningkatan konsentrasinya dalam plasma.
  • Obat kationik misalnya amilorid, digoxin, morfin, procainamide, quinidine, kina, ranitidine, triamterene, trimetoprim, atau vankomisin, secara teoritik juga bisa menyebabkan peningkatan konsentrasi plasma Metformin dengan mekanisme yang sama.
  • Metformin dapat mengganggu penyerapan vitamin B12.
  • Alkohol dapat meningkatkan risiko asidosis laktat.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Actosmet ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Actosmet selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.