Pengertian

Adalat merupakan sediaan obat yang mengandung zat aktif Nifedipine, digunakan untuk terapi pengobatan hipertensi, angina pektoris, dan sindrom Raynaud. Penggunaan Adalat dapat diberikan secara tunggal atau dengan obat lain (kombinasi). Adalat dapat mencegah ion Ca memasuki saluran lambat otot jantung dan halus selama depolarisasi. Sehingga, menghasilkan vasodilatasi jantung dan meningkatkan aliran darah koroner. Perhatikan penggunaan Adalat tidak boleh digunakan untuk mengobati serangan nyeri dada ketika sedang terjadi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Katagori: Kalsium Antagonis
  • Kandungan: Nifedipine 5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Bayer Indonesia.

Kegunaan

Adalat digunakan untuk membantu mengobati hipertensi, nyeri dada (Angina pektoris), dan sindrom Raynaud (penghambatan penyaluran darah di pembuluh nadi kecil).

Dosis & Cara Penggunaan

Adalat termasuk dalam golongan Obat Keras dan harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Aturan penggunaan:

  • Sindrom Raynaud
    Dewasa: Awalnya, 5 mg 8 jam. Dapat meningkat, menurut respons hingga maksimal 20 mg 8 jam.
    Lansia: Pengurangan dosis mungkin diperlukan.
  • Hipertensi dan Angina Pektoris
    Dewasa: Tablet: Awalnya, 5 mg sehari 3 kali. Pemeliharaan: 10-20 mg sehari 3 kali.
    Lansia: Pengurangan dosis mungkin diperlukan.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Adalat, antara lain:

  • Pusing
  • Hipotensi
  • Edema (pembengkakkan karena penumpukan cairan tubuh pada bagian tertentu)
  • Takikardia (detak jantung saat beristirahat diatas batas normal)
  • Palpitasi (denyut jantung tidak beraturan)
  • Ganggun saluran cerna termasuk mual, muntah dan sembelit
  • Lesu
  • Sakit mata
  • Gangguan visual atau penglihatan
  • Sinkop (pingsan)
  • Vertigo (sakit kepala yang berputar-putar)
  • Migrain (sakit kepala sebelah).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Adalat pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Syok kardiogenik.
  • Angina akut.
  • Pengobatan serangan jantung pada angina stabil kronis atau penurunan Tekanan Darah akut pada orang dewasa.
  • Penggunaan bersamaan dengan penginduksi CYP3A4 yang kuat.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Adalat :

  • Efek antihipertensi yang ditingkatkan dengan antihipertensi, aldesleukin dan antipsikotik lainnya.
  • Penggunaan bersamaan dengan fentanil selama operasi menyebabkan hipotensi berat.
  • Dapat memodifikasi respons insulin dan glukosa.
  • Atenuasi efek takikardik bila digunakan bersama benazerpril.
  • Waktu protrombin dapat ditingkatkan dengan antikoagulan kumarin.
  • Peningkatan kadar serum dengan inhibitor CYP3A4 (Antijamur azole, simetidin, eritromisin, inhibitor HIV-protease, nefazodone, fluoxetine, quinupristin / dalfopristin).

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Adalat ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.