Pengertian

Paracetamol merupakan obat dengan banyak nama dagang (nama paten) salah satunya adalah Afibramol yang digunakan untuk membantu mengobati nyeri dan sakit ringan hingga sedang. Selain itu obat ini juga digunakan untuk membantu menurunkan demam. Afibramol bekerja dengan menghambat produksi zat tertentu dalam tubuh yang menjadi penyebab peradangan dan rasa sakit/nyeri yang disebut prostaglandin. Obat ini hanya membantu menurunkan demam dan menghilangkan nyeri/sakit dan tidak mengobati penyebab terjadinya sakit. Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh berada di atas 37.5 derajat celsius. Afibramol hanya digunakan untuk meredakan demam bila diatas 39 derajat celcius. Bila masih dibawah 39 derajat celcius, kompres terlebih dahulu dengan air hangat atau tempatkan kapas yang telah dibatasi oleh alkohol pada setiap lipatan tubuh seperti sikut, ketiak dan bagian bawah lutut. Bila demam tetap tidak turun setelah 3 hari berturut-turut segera konsultasikan ke Dokter.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Analgesik
  • Kandungan: Paracetamol 120 mg/ 5 mL
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol 60 mL
  • Farmasi: PT Afi Farma.

Kegunaan

Afibramol yang mengandung Paracetamol digunakan untuk Membantu mengobati nyeri atau sakit ringan hingga sedang dan demam, Membantu menurunkan demam setelah imunisasi.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan penggunaan Afibramol: Untuk Membantu mengobati nyeri atau sakit ringan hingga sedang dan demam. Pada dewasa diminum 0.5-1 gram setiap 4-6 jam. Maksimal 4 g perhari. Pada bayi 3-6 bulan diminum 60 mg. Pada bayi 6 bulan hingga balita 2 tahun diminum 120 mg. Pada balita 2-4 tahun diminum 180 mg. Pada anak-anak 4-6 tahun diminum 240 mg. Pada anak-anak 6-8 tahun diminum 240 atau 250 mg. Pada anak-anak 7-10 tahun diminum 350 atau 375 mg. Pada anak-anak 10-12 tahun diminum 480 atau 500 mg. Pada anak-anak 12-16 tahun diminum 480 mg atau 750 mg. Diberikan setiap 4-6 jam bila diperlukan. Maksimal 4 kali sehari dalam waktu 24 jam. Untuk membantu menurunkan demam setelah imunisasi. Pada bayi 2-3 bulan diminum 60 mg. Bila diperlukan dosis ke-2 dapat diberikan setelah 4-6 jam.

Efek Samping

Semua obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut. Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Afibramol antara lain: Trombositopenia (penurunan jumlah platelet dalam darah di bawah batas minimal), Leukopenia (rendahnya jumlah total sel darah putih dibanding nilai normal), Pansitopenia (keadaan berkurangnya jumlah sel dari semua jalur sel darah utama dari eritrosit, leukosit, dan trombosit), Neutropenia (kondisi kelainan darah, gangguan granulosit , yang ditandai dengan kekurangan neutrofil , sejenis sel darah putih yang melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan jamur), Agranulositosis (Sel darah putih dapat berkurang akibat infeksi dari patogen). Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan Afibramol Sirup dan konsultasikan ke Dokter.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Afibramol Sirup dengan pasien yang memiliki indikasi:
1. Hipersensitif terhadap paracetamol.
2. Kerusakan liver atau penyakit liver yang aktif (IV).

Interaksi Obat:
Interaksi obat Afibramol Sirup antara lain:
1. Dapat mengurangi tingkat serum dengan antikonvulsan (misalnya fenitoin, barbiturat, carbamazepine).
2. Dapat meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin dan kumarin lainnya jika digunakan dengan penggunaan jangka panjang.
3. Mempercepat penyerapan jika digunakan dengan metoklopramid dan domperidone.
4. Dapat meningkatkan kadar serum jika digunakan dengan probenesid.
5. Dapat meningkatkan kadar serum kloramfenikol.
6. Mungkin mengurangi penyerapan jika digunakan dengan kolestiramin.
7. Dapat menyebabkan hipotermia (suatu kondisi darurat medis di mana tubuh tidak sanggup mengembalikan suhu panas tubuh karena suhunya terlalu cepat turun ) berat dengan fenotiazin.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Afibramol Sirup ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut: 

Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).