Pengertian

Agrylin mengandung Anagrelide yang digunakan untuk mengobati pasien dengan esensial trombositemia (kondisi dimana kadar trombosit lebih tinggi dibandingkan kadar trombosit normal) yang terkait kelainan myeloproliferative (sumsum tulang terlalu banyak memproduksi sel darah merah, sel darah putih, atau sel keping darah), untuk mengurangi jumlah trombosit yang meningkat dan mengurangi risiko trombosis dan untuk memperbaiki gejala terkait dan termasuk kejadian trombohemorrhagic.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antikoagulan, Antiplatelet & Fibrinolitik (Trombolitik)
  • Kandungan: Anagrelide HCl 0.5 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @100 Tablet
  • Farmasi: PT Fahrenheit.

Kegunaan

Agrylin digunakan untuk mengobati pasien dengan esensial trombositemia, untuk mengurangi jumlah trombosit yang meningkat dan mengurangi risiko trombosis.

Dosis & Cara Penggunaan

Agrylin termasuk ke dalam golongan Obat Keras sehingga penggunaannya harus dikonsultasikan dengan Dokter. Pengobatan dengan Agrylin (Anagrelide) harus disertai dengan pengawasan medis yang ketat.

Dosis dewasa
• Dosis awal: 1 mg sehari dalam 2 dosis terbagi, tingkatkan dosis dengan interval paling sedikit 1 minggu dengan tidak lebih dari 0,5 mg pada interval mingguan sampai jumlah trombosit berada dalam kisaran normal.
• Pemeliharaan: 1-3 mg sehari. Maksimal : 10 mg per hari (dosis tunggal maksimal: 2,5 mg).

Dosis Anak usia ≥7 tahun
• Dosis awal: 0,5 mg per hari selama 1 minggu, disesuaikan dengan penambahan 0,5 mg pada interval mingguan sampai jumlah trombosit berada dalam kisaran normal.
• Pemeliharaan: 1-3 mg sehari. Maksimal: 10 mg per hari (dosis tunggal maksimal: 2,5 mg).

Efek Samping

Berikut adalah beberapa efek samping Agrylin (Anagrelide) yang mungkin terjadi:

  • Efek samping yang paling umum adalah sakit kepala, diare, kelemahan / kelelahan yang tidak biasa, rambutrontok, mual dan pusing.
  • Penggunaan obat yang mengandung Anagrelide dikaitkan dengan peningkatan pesat pada tingkat deposisi retikulin (mekanisme dimana fibrosis terjadi). Namun hal ini bisa diatasi dengan penghentian obat dan menggantinya dengan hidroksiurea. Karena potensi efek samping ini, pasien pengguna Agrylin (Anagrelide) perlu dipantau secara periodik untuk skor retikulin sumsum, terutama jika pasien juga mengalami anemia.
  • Efek samping yang kurang umum meliputi : gagal jantung kongestif, infark miokard, kardiomiopati, kardiomegali, blok jantung, fibrilasi atrium, kecelakaan serebrovaskular, perikarditis, infiltrasi paru, fibrosis paru, hipertensipulmonal, pankreatitis, ulserasi gastrik / duodenum, kerusakan / gagal ginjal. Karena adanya potensi efek samping ini, obat yang mengandung Anagrelide umumnya tidak dipertimbangkan untuk terapi lini pertama pada pengobatan esensial trombositemia.

Kontraindikasi:
Kehamilan.

Interaksi Obat:
Berikut adalah interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan:

  • Dapat memperburuk efek inhibitor PDE III (misalnya cilostazol, amrinone).
  • Dapat mempotensiasi efek obat lain yang memodifikasi fungsi trombosit (misalnya asam asetilsalisilat).
  • Meningkatkan perpanjangan QTc efek jika digunakan dengan obat yang memperpanjang interval QT (misalnya amiodarone, pimozide).

Kategori Kehamilan:
FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Anagrelide kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.