Pengertian

Aknil adalah obat yang digunakan untuk meredakan demam, sakit kepala, sakit gigi, sakit pada telinga, nyeri haid dan nyeri ringan lainnya. Aknil mengandung paracetamol (obat yang digunakan sebagai analgetik dan antipiretik) dan ibuprofen (obat yang termasuk dalam golongan OAINS).

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)
  • Kandungan: Ibuprofen 200 mg, paracetamol 325 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @10 Kapsul
  • Farmasi: PT Sunthi Sepuri.

Kegunaan

Aknil adalah obat yang digunakan untuk meredakan demam, sakit kepala, sakit gigi, sakit pada telinga, nyeri haid dan nyeri ringan lainnya.

Dosis & Cara Penggunaan

Aknil Tablet diberikan dengan dosis sebagai berikut:
- Dewasa: 3-4 x sehari 1 kaplet bersama makan atau tepat setelah makan.
- Anak berusia 7-12 tahun: 3-4 x sehari ½-1 kaplet.

Efek Samping

Secara umum obat Aknil Tablet bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang, selama diberikan pada dosis yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa efek samping Aknil yang mungkin terjadi :
• Obat ini bisa menyebabkan kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis yang dianjurkan. Potensi efek samping ini meningkat pada orang-orang yang mengkonsumsi alkohol.
• Efek samping ringan pada saluran pencernaan misalnya mual dan muntah. Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.
• Efek samping yang lebih serius dapat berupa diare, hematemesis (muntah darah), hematuria (darah dalam urin), penglihatan kabur, ruam kulit, gatal dan bengkak.
• Efek samping pada ginjal relatif jarang. Namun pada penggunaan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal termasuk gagal ginjal akut.
• Seperti obat golongan NSAID lainnya, ibuprofen bisa meningkatkan resiko hipertensi, infark miokardial (serangan jantung), dan stroke terutama jika digunakan dalam jangka panjang dan dosis yang lebih tinggi. Oleh karena itu obat yang mengandung ibuprofen harus diberikan secara hati-hati pada pasien yang memiliki faktor resiko ini.
• Sindrom Stevens-Johnson, dan nekrolisis epidermal toksik, yang dapat berakibat fatal, dapat terjadi selama pemakaian NSAID termasuk ibuprofen meskipun kejadian ini sangat jarang. FDA juga memperingatkan paracetamol bisa menyebabkan hal yang sama, dengan kejadian yang sangat jarang.
• Reaksi hipersensitivitas akibat pemakaian obat ini sangat jarang, namun jika terjadi pertolongan medis harus segera diberikan karena bisa menyebabkan syok anafilaksis yang berakibat fatal.

Kontraindikasi:
1. Jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat Hipersensitiv (Reaksi berlebihan karena terlalu senisitifnya respon imun).
2. Pasien yang akan atau telah menjalani Operasi By-Pas Jantung sebaiknya jangan diberikan Aknil.
3. pasien yang memiliki masalah ginjal, hati, pasien yang menderita asma, urtikaria, atau radang / tukak pada lambung atau usus.
4. Tidak berikan untuk pasien Demam Berdarah.

Interaksi Obat:
Berikut adalah interaksi Aknil Tablet dengan obat-obat lain:
• Metoclopramide : meningkatkan efek analgetic.
• Carbamazepine, fenobarbital dan fenitoin : meningkatkan potensi kerusakan hati.
• Kolestiramin dan lixisenatide : mengurangi efek farmakologis paracetamol.
• Antikoagulan misalnya warfarin dan kumarin : paracetamol dan ibuprofen meningkatkan efek koagulansi obat ini sehingga meningkatkan potensi resiko terjadinya perdarahan.
• Ibuprofen menurunkan efektivitas Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor (misalnya, enalapril) atau diuretik (misalnya, furosemide, hydrochlorothiazide).
• Ibuprofen mengganggu efek antiplatelet aspirin dosis rendah yang menyebabkan efektivitas aspirin menurun bila digunakan untuk cardioprotection dan pencegahan stroke. Aspirin juga meningkatkan resiko perdarahan lambung.

Kategori Kehamilan:
Berikut adalah penilaian keamanan menurut FDA (US Food and Drug Administration), Paracetamol termasuk obat kategori C:
Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.