search
Alaxan FR

Alaxan FR

Obat

Pengertian

Alaxan FR adalah obat yang mengandung Ibuprofen dan Paracetamol. Alaxan FR digunakan untuk menurunkan demam, sakit gigi,  meredakan sakit kepala, sakit pada telinga, nyeri ringan lainnya. Cara kerja dari Alaxan FR ketika masuk kedalam tubuh akan berusaha untuk menurunkan dan meminimalisir rasa sakit, meningkatkan aliran darah pada kulit serta membantu untuk menurunkan panas melalui cairan yang keluar dari tubuh, seperti keringat dan urin.

Keterangan

  • Golongan: Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)
  • Kandungan: Ibuprofen 200 mg, Paracetamol 325 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: PT Medifarma Laboratories

Kegunaan

Alaxan FR digunakan untuk meredakan nyeri otot, sakit kepala, sakit gigi, dismenore primer (kram menstruasi) dan menurunkan demam.

Dosis & Cara Penggunaan

Cara Penggunaan Alaxan FR adalah sebagai berikut:

Aturan penggunaan: 1 kaplet, diminum 3-4 kali sehari setelah makan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Alaxan FR adalah:

  • Mual, muntah, nyeri lambung, rasa panas pada ulu hati, diare, konstipasi (sembelit), perdarahan lambung.
  • Ruam kulit, pusing
  • Bronkospasme (kondisi otot-otot yang melapisi bronkus pada paru-paru jadi mengencang dan menegang)
  • Trombositopenia (kurangnya jumlah platelet atau trombosit, sel darah yang berperan penting pada proses pembekuan darah)
  • Limfopenia ( kondisi limfosit dalam darah di bawah 1.500 per mikroliter darah)
  • Gangguan fungsi hati dan ginjal
  • penglihatan kabur.

Kontraindikasi
Alaxan FR sebaiknya tidak boleh diberikan pada pasien dengan indikasi;

  • Memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap paracetamol, ibuprofen, atau OAINS.
  • Tidak boleh diberikan pada pasien yang memiliki riwayat tukak peptik (luka pada lambung yang menyebabkan keluhan sakit maag) dan hamil trimester 3
  • Pasien yang mengalami gejala asma, rinitis (Respons alergi menyebabkan gatal, mata berair, bersin, dan gejala serupa lainnya) atau urtikaria (kulit melepuh) yang dipicu oleh penggunaan asetosal atau OAINS lain.

Interaksi Obat

  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan (misalnya warfarin).
  • Parasetamol: Dapat meningkatkan konsentrasi plasma kloramfenikol. Peningkatan penyerapan oleh domperidone dan metoclopramide. Penurunan penyerapan oleh cholestyramine dan obat lain yang mengurangi waktu pengosongan lambung (misalnya analgesik narkotika, propantheline, antidepresan dengan sifat antikolinergik).
  • Ibuprofen: Dapat mengurangi efek inhibitor ACE, antagonis angiotensin II, diuretik dan mifepristone. Peningkatan risiko perdarahan gastrointestinal dengan kortikosteroid, agen antiplatelet dan SSRI selektif. Dapat meningkatkan kadar glikosida jantung dalam plasma. Dapat meningkatkan risiko nefrotoksisitas jika diberikan bersama siklosporin dan takrolimus.
  • Berpotensi Fatal: Penggunaan bersamaan dengan obat yang mengandung parasetamol atau NSAID (misalnya penghambat COX-2, aspirin) dapat menyebabkan efek samping yang serius.

Overdosis

  • Gejala: Mual, muntah, sakit perut, pusing, kejang. Kerusakan hati atau ginjal.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik. N-acetylcysteine dapat diberikan melalui injeksi intavena (disuntikan melalui pembuluh darah) atau oral dalam waktu 8 jam setelah menelan overdosis. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter

livechat