Pengertian

Alerdex adalah obat untuk mengatasi gejala batuk dan pilek yang disebabkan oleh alergi. Alergi atau reaksi hipersensitivitas adalah reaksi tubuh terhadap benda-benda atau zat yang dimana tubuh kita terlalu sensitif terhadap benda atau zat tertentu. Biasanya reaksi alergi atau hipersensitivitas ini ditandai dengan gejala seperti batuk-batuk, bersin-bersin, sesak nafas, serta kulit gatal dan kemerahan. Alerdex mengandung zat aktif berupa Dexamethasone dan Dexchlorpheniramine Maleate. Dexamethasone adalah sejenis kortikosteroid; yaitu yang dapat meringankan gejala inflamasi atau peradangan. Inflamasi atau peradangan adalah bentuk respon tubuh terhadap benda asing seperti patogen (bakteri, virus, mikroorganisme lainnya), sel yang rusak, atau pengiritasi lainnya untuk mengeluarkan hal-hal tersebut. Inflamasi biasanya ditandai dengan nyeri, sensasi panas, pembengkakan, atau kemerahan. Dexamethasone bekerja dengan menghambat kinerja sel darah putih pada sistem imun (yang menyebabkan terjadinya reaksi inflamasi).. Dexchlorpheniramine Maleate adalah senyawa turunan Pheniramine. Obat ini adalah obat antihistamin; yaitu obat untuk menekan aktivitas atau produksi histamin (senyawa yang menyebabkan reaksi alergi pada syaraf). Dexchlorpheniramine Maleate diserap oleh tubuh jauh lebih cepat daripada Pheniramine sehingga efeknya lebih cepat dirasakan

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antihistamin
  • Kandungan: Dexamethasone 0,5 mg, dexchlorpheniramine maleate 2 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Tablet
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Armoxindo Farma.

Kegunaan

Alerdex digunakan untuk untuk meringankan gejala batuk dan bersin karena alergi.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat ini adalah obat keras. Penggunaan dan pembeliannya memerlukan resep Dokter. Pembelian Obat ini tidak dapat didapatkan diluar apotek atau toko obat terstandar. Adapun untuk dosis obat ini harus berdasarkan petunjuk Dokter. Dosis yang lazim dalam pemberian obat ini adalah Dewasa 1 -2 tablet 3-4 kali sehari. Maksimal: 8 tablet sehari.
Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi adalah Setiap obat pasti memiliki efek samping. Akan tetapi, efek samping yang dirasakan setiap orang bisa saja berbeda-beda. Adapun efek samping yang mungkin anda rasakan selama mengonsumsi obat ini adalah:
1. Pertumbuhan terhambat
2. Tulang keropos
3. Luka pada saluran cerna
4. Glaukoma dan katarak
5. Gangguan fungsi pankreas dan radang pankreas
6. Nafsu makan meningkat
7. Kulit sensitif
8. Lebih mudah terinfeksi
9. Penekanan pusat hormonal pada otak
10. Apabila anda mengalami efek yang tidak seharusnya, efek samping yang anda rasakan tidak kunjung membaik, atau kondisi justru memburuk, segera hentikan penggunaan obat ini dan konsultasikan pada Dokter

Interaksi Obat:
1. Phenobarbital, Rifampisin, Fenitoin, Efedrin mempercepat metabolisme kortikosteroid.
2. Pemakaian dengan diuretik yang menguras kalium meningkatkan terjadinya hipokalemia
3. Amfoterisin B.
4. Glikosida jantung, kumarin, salisi-lat, obat anti inflamasi, MAOI, alkohol, depresan SSP.