Pengertian

Aleros merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi gejala yang timbul selama alergi. Aleros bekerja dengan memblock (menghentikan) salah satu zat dalam tubuh yaitu histamin yang menjadi penyebab terjadinya alergi. Aleros membantu meredakan gejala alergi yang dapat disebabkan oleh bulu hewan, serbuk sari, makanan ataupun karena perubahan musim.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antihistamin
  • Kandungan: Desloratadine 0.5 mg/mL
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol 60 mL
  • Farmasi: Actavis.

Kegunaan

Aleros digunakan untuk mengatasi gejala alergi seperti bersin, pilek , mata gatal, merah dan berair, hidung gatal dan tersumbat, sesak nafas, bengkak atau kulit kemerahan pada bagian tertentu.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan penggunaan Aleros Sirup:
Pada orang dewasa diminum 5 mg sekali sehari. Pada bayi 6-11 bulan diminum 1 mg sekali sehari, anak-anak 1-5 tahun diminum 1.25 mg dan anak-anak 6-11 diminum 2.5 mg. Semua nya diminum sekali sehari. Atau sesuai petunjuk Dokter.

Efek Samping

Semua Obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut. Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Aleros Sirup antara : Faringitis (peradangan pada bagian belakang tenggorokan) , Mulut kering , Mialgia (nyeri pada otot), Mengantuk , Sakit kepala , Pusing , Insomnia / kesulitan tidur, Dismenorea (nyeri haid) , Mual, Dispepsia (nyeri atau sakit pada bagian perut atas), Diare , Muntah , Nafsu makan meningkat , Demam. Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan Aleros Sirup dan konsultasikan ke Dokter.

Kontraindikasi:
1. Hipersensitivitas.
2. Kelainan herediter yang jarang dari intoleransi fruktosa, malabsorpsi glukosa-galaktosa, atau insufisiensi sukrase-isomaltase.

Interaksi Obat:
Aleros Sirup antara lain : Meningkatkan konsentrasi plasma dengan obat yang mempengaruhi enzim mikrosomal hati (misalnya azithromycin, cimetidine, erythromycin, fluoxetine, ketoconazole).

Kategori kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Aleros Sirup ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin. Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Aleros Sirup selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.