Pengertian

Alletrol Tetes Mata adalah obat yang digunakan sebagai pengobatan peradangan pada mata yang disertai dengan infeksi bakteri tertentu, uveitis anterior kronis (peradangan pada iris dan badan silier) dan luka pada kornea yang disebabkan oleh bahan kimia, radiasi, panas dan penetrasi benda-benda asing. Obat ini mengandung Dexamethasone sodium phosphate, Neomycin sulfate, Polymixin B.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiseptik Mata dengan Kortikosteroid
  • Kandungan: Dexamethasone Sodium phosphate, Neomycin sulphate, Polymixin B
  • Bentuk: Cairan
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol 5 mL
  • Farmasi: Erela.

Kegunaan

Kegunaan Alletrol compositum tetes mata adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut:

1. Kondisi radang pada mata yang disertai oleh infeksi oleh bakteri tertentu.
2. Uveitis anterior kronis dan luka pada kornea mata yang disebabkan oleh iritasi oleh bahan kimia, radiasi, panas, dan benda-benda asing.
3. Inflamasi segmen anterior yang disertai infeksi.

Dosis & Cara Penggunaan

Alletrol compositum tetes mata diberikan dengan dosis sebagai berikut :

Teteskan obat pada mata, 1-2 tetes setiap 1 jam pada siang hari dan setiap 2 jam pada waktu malam hari.
Setelah gejala berkurang, dosis dapat diturunkan menjadi, 1 tetes setap 4 jam.

Efek Samping

Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Alletrol compositum tetes mata:
Pada penggunaan jangka panjang, bisa menyebabkan sensasi seperti terbakar, rasa gatal, iritasi, dan infeksi sekunder. Pada beberapa orang yang peka, kadang menimbulkan reaksi hipersensitif.

Kontraindikasi:
Sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang menderita Hipersensitivitas

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Alletrol ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin. Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Alletrol selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.