Pengertian

Alostil adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit infeksi bakteri terutama bakteri gram negatif. Alostil mengandung zat aktif Amikacin sulfate yang termasuk jenis obat antibiotik golongan aminoglikosida.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Amikacin sulfate setara Amikacin 500 mg / 2 ml vial injeksi
  • Bentuk: Vial
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Box, 10 Vial @ 2 mL
  • Farmasi: Prafa Indonesia.

Kegunaan

Kegunaan Alostil (Amikacin) adalah untuk kondisi-kondisi berikut :

  • Untuk pengobatan infeksi yang parah oleh bakteri gram negatif yang peka seperti Pseudomonas aeruginosa, E. Coli, Proteus Sp., Provindencia stuartii, Klebsiella Enterobacter-Serratia Sp., dan Acinetobacter sp.
  • Digunakan juga untuk pengobatan infeksi non-tuberkulosis dan tuberkulosis oleh strain yang sensitif jika antibiotik generasi pertama sudah tidak mempan lagi.
  • Obat ini umumnya digunakan untuk pengobatan septikemia (suatu kondisi di mana seseorang mengalami keracunan darah akibat bakteri dalam jumlah besar masuk ke dalam aliran darah.), infeksi saluran pernafasan yang serius, infeksi tulang dan sendi, infeksi sistem saraf pusat (termasuk meningitis (peradangan otak)), infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi intraabdominal (termasuk peritonitis (peradangan pada lapisan tipis dinding dalam perut )), infeksi pada luka bakar, infeksi pasca operasi (termasuk pasca bedah vaskular), infeksi saluran kemih (ISK) yang mengalami komplikasi.

Dosis & Cara Penggunaan

Alostil termasuk dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus dikonsultasikan dengan Dokter. Alostil (Amikacin) diberikan dengan dosis sebagai berikut:

• Infeksi bakteri Gram-negatif yang parah
Dewasa: 15 mg / kg sehari diberikan dalam 1 atau 2 dosis terbagi, secara injeksi intramuskular, injeksi Intravena dalam 2-3 menit atau infus IV dalam 30-60 menit. Dosis maksimal: 1,5 gram / hari. Durasi pengobatan yang dianjurkan: 7-10 hari.
Dosis anak, Neonatus: Dosis awal loading 10 mg / kg diikuti dengan 7,5 mg / kg setiap 12 jam. Bayi prematur: 7,5 mg / kg setiap 12 jam. Bayi 4 minggu sampai 12 tahun 15-20 mg / kg dalam dosis tunggal atau dua kali sehari. Dosis dapat diberikan secara injeksi Intamuskular, injeksi IV dalam 3-5 menit atau infus IV dalam 1-2 jam.

• Infeksi saluran kemih yang tidak disertai komplikasi
Dewasa: 7,5 mg / kg sehari dalam 2 dosis terbagi secara injeksi IM, injeksi IV lambat dalam 2-3 menit atau infus IV dalam 30-60 menit. Catatan:
Untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal: dosis harian bisa dikurangi atau interval dosis diperpanjang untuk menghindari akumulasi obat. Dosis awal 7.5 mg / kg BB. Untuk memperkirakan dosis pada pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal atau diduga menderita gangguan fungsi ginjal adalah dengan cara mengalikan kadar kreatinin serum (dalam mg / 100 mL) dengan 9 dan hasilnya adalah interval dosis dalam jam. Fungsi ginjal dapat mengalami perubahan yang cukup besar selama terapi, maka kreatinin serum sebaiknya sering diperiksa dan dilakukan modifikasi dosis.

Rekonstitusi:
• Infus IV: Untuk orang dewasa, tambahkan 500 mg Alostil (Amikacin) ke dalam 100-200 mL pengencer IV yang kompatibel (misalnya NaCl 0,9%, dekstrosa 5%). Untuk pasien anak-anak, volume pengencer tergantung pada dosis yang ditentukan.

Efek Samping

Efek samping Alostil (Amikacin) yang diberikan secara parenteral menyebabkan toksisitas atau nefrotoksisitas terutama jika dosis dan hidrasi yang sesuai tidak diperhatikan. Oleh karena itu level obat dalam darah dan kondisi ginjal harus diperhatikan. Efek samping lainnya meliputi :

  • Neurotoksisitas termanifestasi sebagai ototoksisitas/gangguan pendengaran bilateral vestibular dan permanen, ruam kulit, demam obat, sakit kepala, parestesi (Kesemutan), tremor (gemetaran), mual dan muntah, eosinofilia (tingginya rasio eosinofil di dalam plasma darah), artralgia (nyeri sendi), anemia (kekuranan darah), hipotensi (darah rendah), hypomagnesaemia (kondisi di mana kadar magnesium dalam tubuh rendah), ketika diberikan secara intravitreus.
  • Efek samping yang berpotensi fatal adalah nefrotoksisitas (penyakit ginjal atau disfungsi yang timbul sebagai akibat langsung atau tidak langsung dari paparan obat-obatan, dan bahan kimia industri atau lingkungan), blokade neuromuskular dan kelumpuhan, dan kolitis (radang usus) yang disebabkan oleh Clostridium difficile.

Kontraindikasi:
Sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang menderita hipersensitif terhadap amikasin, aminoglikosida lain, atau komponen apa pun dari formulasi tersebut.

Interaksi Obat:
Obat-obat dengan kandungan zat aktif Amikacin berinteraksi dengan obat-obat lain, diantaranya sebagai berikut :

  • Pemakaian bersamaan dengan sefalosporin dan antibiotik aminoglikosida lain (misalnya Gentamycin, tobramycin, neomycin, streptomycin) akan meningkatkan nefrotoksisitas (penyakit ginjal atau disfungsi yang timbul sebagai akibat langsung atau tidak langsung dari paparan obat-obatan, dan bahan kimia industri atau lingkungan).
  • Memiliki efek aditif dengan obat-obat jenis neurotoxic (keracunan yang beraksi di sel saraf - neuron - biasanya dengan berinteraksi pada protein membran), ototoxic atau nefrotoksik (obat yang bersifat 'meracuni' atau mengganggu fungsi ginjal). lainnya (misalnya bacitracin, cisplatin, amphotericin B, ciclosporin, tacrolimus, cefaloridine, paromomycin, viomycin, polymyxin B, colistin, vancomycin, dan aminoglikosida lainnya).
  • Terjadi peningkatan toksisitas jika digunakan bersama dengan diuretik kuat (peluruh kemih) (misalnya furosemide, asam etakrilat, mannitol).
  • Terjadi peningkatan kadar kreatinin serum jika digunakan bersamaan dengan sefalosporin.
  • Indomethacin dapat meningkatkan konsentrasi plasma Alostil (Amikacin) pada neonatus.
  • Terjadi peningkatan risiko hipokalsemia (kadar kalsium dalam darah) jika digunakan bersamaan dengan bifosfonat.
  • Terjadi peningkatan risiko nefrotoksisitas dan kemungkinan ototoxicity jika digunakan dengan platinum compounds.
  • Peningkatan risiko blokade neuromuskular dan akibatnya terjadi depresi berat disertai pelepasan otot atau relaksasi otot (misalnya ether, halothane, d-tubocurarine, succinylcholine decamethonium, atracurium, rocuronium, vecuronium).

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Alostil ke dalam Kategori D: Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan). Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Alostil selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.