Pengertian

Alphahist adalah obat bermerek yang mengandung siproheptadin HCl. Obat ini diresepkan Dokter untuk mengobati gejala alergi seperti gatal-gatal, biduran, bersin-bersin alergi atau rinitis, dan sebagainya. Namun obat ini juga memiliki efek menggemukkan badan dengan merangsang nafsu makan. Cyproheptadine yang terkandung dalam Alphahist bekerja dengan cara menghambat efek dari histamin tersebut sehingga berbagai reaksi alergi dapat dikurangi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antihistamin & Anti alergi
  • Kandungan: Cyproheptadime 4 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: 1 Strip @10 Tablet
  • Farmasi: PT Apex Pharma.

Kegunaan

Alphahist diindikasikan untuk meredakan gejala alergi seperti mata berair, ingusan, mata/hidung gatal, bersin, gatal-gatal dan kesemutan.

Dosis & Cara Penggunaan

Alphahist termasuk kedalam obat keras, yang hanya dapat dibeli dengan resep dari Dokter dan dapat dikonsumsi sesuai dengan aturan pakai yang diberikan oleh Dokter.
Aturan penggunaan:
- Anak 2 -6 tahun: diminum 2 mg 2-3 kali sehari.
- Anak 7 – 12 tahun: diminum 4 mg 2-3 kali sehari.
- Dewasa: diminum 4 mg, 3-4 kali sehari.

Efek Samping

Semua obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang mengalami efek samping tersebut.
Adapun efek samping yang ditimbulkan dari pengonsumsian Alphahist 4 mg Tablet adalah sebagai berikut:
- Kebingungan, halusinasi, tingkah laku atau pikiran yang berbeda dari biasanya
- Kejang-kejang
- Dengung pada telinga
- Merasa akan pingsan
- Detak jantung berdegup cepat
- Mudah terluka atau berdarah
- Buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau tidak sama sekali atau
- Kulit pucat atau kekuningan, urin berwarna gelap. demam, atau merasa lemas
Bila efek samping menetap bahkan memburuk segera hentikan pengonsumsian dan segera konsultasikan ke Dokter.

Interaksi Obat:
Alphahist tidak dapat digunakan bersamaan dengan obat-obat berikut:
- Ketoconazole
- Erythromycin
- Cimetidine
- Furanocoumarin.

Keamanan kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Alphahist ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:
“Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).”
Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Alphahist selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.