Pengertian

Alphamol mengandung paracetamol. Alphamol masuk ke dalam golongan antipiretik dan analgesik dan digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri. Alphamol mengurangi rasa sakit dengan cara menurunkan produksi zat dalam tubuh yang disebut prostaglandin. Prostaglandin adalah unsur yang dilepaskan tubuh sebagai reaksi terhadap kerusakan jaringan atau infeksi, yang memicu terjadinya peradangan, demam, dan rasa nyeri. Alphamol menghalangi produksi prostaglandin, sehingga rasa sakit dan demam berkurang.

Keterangan

  • Alphamol Kaplet
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Antipiretik dan Analgesik.
    • Kandungan: Paracetamol 600 mg.
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: 1 Strip @10 Tablet.
    • Farmasi: PT Molex Ayus.
  • Alphamol Drop
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Antipiretik dan Analgesik.
    • Kandungan: Paracetamol 500 mg.
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol Tetes.
    • Kemasan: Botol @ 15 mL.
    • Farmasi: PT Molex Ayus.

Kegunaan

Alphamol diindikasikan untuk meredakan rasa sakit dan demam.

Dosis & Cara Penggunaan

Anjuran pengggunaan Alphamol:

  • Alphamol drop (paracetamol):
    • Anak < 1 tahun : 3-4 x sehari 0.6 ml drops.
    • Anak 1-2 tahun : 3-4 x sehari 0.6-1.2 ml drops.
    • Anak 3-6 tahun : 3-4 x sehari 1.2 ml drops.
    • Anak 6-12 tahun : 3-4 x sehari 2.4 ml drops.
  • Alphamol sirup (paracetamol):
    • Anak < 1 tahun : 3-4 x sehari 2.5 ml sirup.
    • Anak 1-3 tahun : 3-4 x sehari 2.5 ml sirup.
    • Anak 3-6 tahun : 3-4 x sehari 5 ml sirup.
    • Anak 6-12 tahun : 3-4 x sehari 5-10 ml sirup.
    • Di atas 12 tahun : 3-4 x sehari 15-20 ml sirup.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Alphamol, di antaranya:

  • Penurunan jumlah sel-sel darah.
  • Muncul ruam.
  • Terjadi pembengkakan, atau kesulitan bernapas karena alergi.
  • Tekanan darah rendah.
  • Jantung berdetak cepat (takikardia).
  • Kerusakan pada hati dan ginjal jika menggunakan obat ini secara berlebihan.


Kontraindikasi

  • Hipersensitif terhadap Paracetamol.
  • Gangguan hati berat atau penyakit hati aktif.

Interaksi Obat

  • Warfarin (obat yang biasanya digunakan untuk mencegah pembekuan darah).
  • Carbamazepine (obat yang biasanya digunakan untuk mengobati epilepsi).
  • Phenobarbital, phenytoin, atau primidone (obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengontrol kejang).
  • Colestyramine (obat yang biasanya digunakan untuk mengurangi rasa gatal pada gangguan ginjal).
  • Metoclopramide (obat yang biasanya digunakan untuk meredakan rasa mual dan muntah).
  • Imatinib atau busulfan (obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengobati kanker jenis tertentu.
  • Lixisenatide (obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi diabetes tipe 2).
  • Ketoconazole (salah satu jenis obat antijamur).

Keamanan Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Alphamol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.