Pengertian

Alviz mengandung Alprazolam yang merupakan obat untuk membantu mengatasi kegelisahan berlebihan atau gangguan panik dan agoraphobia (Ketakutan yang ekstrem atau berlebihan terhadap ruang ramai atau tempat umum tertutup). Alviz berkerja dengan meningkatkan aktivitas zat kimia tertentu dalam tubuh, membatasi rangsangan berlebihan pada otak dan membiarkan otak mengembalikan keseimbangan alami. Penggunaan Alviz harus dibawah pengawasan Dokter dan pembelian Alviz wajib menggunakan resep asli dari Dokter.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Hipnotik dan Sedatif
  • Kandungan: Alprazolam 1 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: 1Strip @10 Tablet
  • Farmasi: PT Pharos indonesia.

Kegunaan

Alviz Tablet (alprazolam) diindikasikan untuk pengobatan jangka pendek pada gangguan panik, dengan atau tanpa agoraphobia dan digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Alviz harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu karena termasuk kedalam golongan obat keras dan pembeliannya harus menggunakan Resep Asli dari Dokter. Dosis penggunaan Alviz harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individunya.

Dosis penggunaan Alviz adalah:

  • Untuk Anxiety
    Diminum 0.25-0.5 mg 3 kali sehari, maksimal 4 mg perhari dalam dosis terbagi.
  • Untuk Gangguna Panik
    Dosis awal diminum 0.5-1 mg sebelum tidur malam atau 0.5 mg 3 kali sehari. Dapat ditingkatkan hingga 1 mg perhari selama 3-4 hari.
  • Untuk pasien manula atau pasien dengan gangguan fungsi hati 0.25 mg 2-3 kali sehari.

Alviz dapat diminum sebelum maupun sesudah makan. Pemutusan penggunaan Alviz harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu.

Efek Samping

Semua Obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut. Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Alviz antara lain:
- Mengantuk
- Pusing
- Ataksia (pudarnya kemampuan koordinasi atas gerakan otot)
- Amnesia (kondisi terganggunya daya ingat)
- Kebingungan dan halusinasi
- Penglihatan kabur
- Sakit kepala
- Insomnia (gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan untuk tidur)
- Tremor (getaran atau menggigil yang terjadi secara tidak sadar)
- Hipotensi (tekanan darah rendah)
- Gangguan saluran cerna (termasuk mual, muntah, diare maupun sembelit)
- Ruam kulit
- Perubahan libido
- Diskrasia darah (gangguan sel plasma darah)
- Penyakit kuning.
Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan Alviz dan konsultasikan ke Dokter.

Kontraindikasi:
- Gangguan hati berat.
- Insufisiensi pernapasan berat (paru-paru tidak dapat berfungsi dengan baik).
- Penggunaan bersamaan dengan ketoconazole dan itraconazole.

Interaksi Obat: 
- Efeknya diperkuat oleh depresan susunan saraf pusat, alkohol, barbiturat.
- Simetamin dan fluvoksamin dapat mempengaruhi metabolisme Alviz.
- Hindari pemberian golongan obat antisfungal (obat jamur) golongan azole secara bersamaan dengan Alviz.

Keamanan Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Alviz kedalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).