Pengertian

Amantadine digunakan untuk pengobatan dan terapi penyakit Parkinson serta beberapa jenis influenza A. Berdasarkan informasi yang didapat dari website resmi Badan Pengolahan Obat dan Makanan Republik Indonesia, disebutkan bahwa Amantadine merupakan salah satu jenis obat yang dapat digunakan untuk perawatan parkinson. Selain berguna untuk pengobatan parkinson, amantadine juga dapat diandalkan untuk pencegahan dan pengobatan influenza (atau lebih dikenal dengan flu). Pada penyakit parkinson Amantadin bekerja dengan cara memperbaiki kelemahan bradikinetik (detak jantung) yang ringan, tremor esensial (gemetar) dan juga rigiditas. Sedangkan pada penyakit influenza mekanisme atau cara kerja Amantadine pada pencegahan atau pengobatan influenza A ini adalah dengan cara mencegah virus berkembang biak di dalam tubuh. Secara farmakologi Amantadine memiliki aktivitas terhadap beberapa kasus Influenza A (H1N1, H2N2, H3N2). Seperti telah kita ketahui bahwa Influenza A adalah sebuah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan menyerang unggas serta beberapa jenis Mamalia. Namun beberapa isolat dari virus influenza A ini dapat menyebabkan penyakit parah yang akut pada manusia.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antivirus / Obat Antiparkinson
  • Kandungan: Amatadine 100 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: 1 Strip @10 Kapsul
  • Farmasi: Darya Varia.

Kegunaan

Amantadine digunakan untuk pengobatan dan terapi penyakit Parkinson serta beberapa jenis influenza A.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat ini harus dikonsumsi sesuai dengan anjuran dan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Parkinson
    Oral: 100 mg dua kali sehari.
    Pasien dengan penyakit serius atau menerima obat antiparkinson lainnya: 100 mg sekali sehari selama ≥1 minggu, kemudian tingkatkan menjadi 100 mg dua kali sehari jika dibutuhkan.
    Dosis dapat ditingkatkan sampai 400 mg sehari dalam dosis terbagi pada pasien dengan syndrome parkinsonian.
    Dosis dapat ditingkatkan sampai 300 mg sehari dalam dosis terbagi pada pasien dengan reaksi ektrapiramidal yang diinduksi obat.
  • Pengobatan infeksi virus Influenza A pada pasien Dewasa:
    Sebanyak 200 mg/hari atau sebanyak 100 mg/2 kali sehari.
    Dosis bagi pasien yang mengalami CNS dapat diturunkan sampai dengan 100mg/hari.
    Pengobatan Amantadine harus dilakukan sesegera mungkin (sebaiknya dalam kurun waktu 24 – 48 jam setelah timbulnya gejala).Pengobatan dilakukan terus menerus sampai dengan 5 hari atau 24- 48 jam setelah gejala hilang.
    Untuk pasien anak-anak sebaiknya konsultasikam kembali ke Dokter untuk penggunaan dosis yang tepat.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin dapat terjadi dalam obat-obat yang mengandung Amantadin:
- Mual, muntah
- Sakit kepala
- Rasa mengantuk
- Insomnia (sulit tidur)
- Mulut kering
- Depresi
- Kegelisahan
- Sulit Berkonsentrasi
Jika terdapat tanda dan gejala-gejala selain yang disebutkan diatas, gejala yang menetap dan mengganngu aktivitas Anda seperti muncul tanda-tanda kejiwaan, ruam pada kulit dan lain-lain. Segera datangi Dokter atau layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kontraindikasi:
- Sebaiknya tidak digunakan pada pasien yang memiliki riwayat epilepsi atau gangguan kejang.
- Hipersensitif (alergi) terhadap amantadin.
- Riwayat ulserasi lambung atau ganguan lambung
- Gangguan ginjal dan ibu menyusui.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Amantadine ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.