Pengertian

Aminofluid merupakan cairan penyuplai nutrisi yang diberikan secara parenteral (injeksi). Cairan ini mengandung elektrolit, glukosa dan protein yang biasanya diberikan kepada pasien sebelum atau setelah melakukan tindakan medis seperti operasi. Aminofluid dibuat dari berbagai senyawa atau zat aktif, seperti asam amino bebas, glukosa, nitrogen, asam amino esensial atau non esensial.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Nutrisi Parenteral
  • Kandungan: Per L: Glucose 75 gram, total Free Amino Acids 30 gram, total Nitrogen 4.7 gram, essential/non-essential Amino Acids 1.44 gram, branched-chain Amino Acids 30% w/w. Energy: 420 kCal.
  • Bentuk: Infus
  • Satuan penjualan: Satuan
  • Kemasan: Botol @ 500 mL; Botol @ 1000 mL
  • Farmasi: Otsuka.

Kegunaan

Aminofluid digunakan untuk menyuplai berbagai nutrisi ke dalam tubuh pengguna yang kesulitan untuk menelan ataupun mengunyah makanan. Selain itu Aminofluid juga dapat meningkatkan nutrisi seperti elektrolit, protein, asam amino dan juga glukosa sebelum atau setelah operasi.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Aminofluid harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan Aminofluid adalah: Pada pengguna lansia atau pasien kritis adalah 500 mL dimasukkan melalui pembuluh tepi dengan kecepatan jatuh tetes infus 500 mL per 120 menit. Maksimal 2500 mL per hari.

Efek Samping

Adapun beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh Aminofluid adalah:

  • Penyebab alergi kulit atau iritasi kulit
  • Dada terasa tertekan, peningkatan detak jantung
  • Pembengkakan pada kepala, paru-paru, serta ujung-ujung jari akibat timbunan cairan
  • Kelebihan kadar kalium dalam darah
  • Keracunan asam
  • Nyeri dan pembengkakan pada pembuluh darah
  • Demam, menggigil, sakit kepala dan gejala lainya.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Aminofluid pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Koma akibat gangguan hati
  • Gangguan fungsi ginjal kronis
  • Kadar nitrogen dalam darah tinggi
  • Gagal jantung kronis
  • Asidosis (penumpukan asam darah)
  • Metabolisme elektrolit tidak normal
  • Hiperkalemia (kadar kalium dalam darah tinggi)
  • Hipermagnesemia (kadar magnesium dalam darah tinggi)
  • Hiperfosfatemia (penurunan kalsium dalam darah)
  • Pengurangan jumlah urine
  • Metabolisme asam amino tidak normal.

Interaksi Obat:
Aminofluid dapat melakukan interaksi dengan obat- obatan lainnya yang masih dikonsumsi atau masih digunakan secara bersamaan. Adapun beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Aminofluid adalah :

  • Actidose plus sorbitol, actidose-aqua, actidose-aqua advance.
  • Activated charcoal, karbon aktif, antikoagulan.