Pengertian

Amiten adalah obat berupa cairan infus yang memiliki fungsi untuk menyuplai asam amino bagi pasien yang menderita penyakit gagal ginjal akut dan kronik, hipoproteinemia, malnutrisi dan kondisi pra operasi maupun pasca operasi. Pasien perlu mengetahui tanda awal gagal ginjal akut dalam mencegah terjadinya kerusakan ginjal.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Nutrisi Parenteral
  • Kandungan: Per 1000 mL Amino acid 7.2% (BCAA 45.8%), L-leucine 14 gram, L-isoleucine 9 gram, L-valine 10 gram, L-lysine acetate 7.1 gram, L-threonine 3.5 gram, L-tryptophan 2.5 gram, L-methionine 3 gram, L-phenylalanine 5 gram, L-cysteine 1 gram, L- tyrosine 0.5 gram, L-arginine 4.5 gram, L-histidine 3.5 gram, L-alanine 2.5 gram, L-proline 3 gram, L-serine 3 gram, L-aspartic acid 1 gram, L-glutamic acid 1 gram. Osmolarity: 592 mOsm. Energy: 288 kCal
  • Bentuk: Infus
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol 250 mL
  • Farmasi: PT Sanbe Farma.

Kegunaan

Amiten dapat digunakan untuk tambahan terapi nutrisi gagal ginjal akut, gagal ginjal kronis, hipoproteinemia, malnutris, pra operasi dan pasca operasi.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Amiten harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan Amiten adalah:

1. Dosis untuk pasien dewasa
Gagal ginjal kronik: dosis umum 200 mL/hari melalui vena perifer dengan kecepatan infus 100 mL selama 60 menit (25 tetes/menit) atau 400 mL/hari melalui vena sentral secara nutrisi parenteral total.
Gagal ginjal akut: dosis umum 600 mL/hari melalui vena sentral secara nutrisi parenteral total. Lebih dari 300 kkal dari nitrogen non protein kal/gram harus diberikan untuk memperoleh manfaat dari asam amino secara efisien.
2. Dosis untuk pasien anak-anak, pasien lanjut usia, pasien dengan kondisi yang serius 
Besarnya dosis bergantung pada kebutuhan individu dengan memperhatikan anjuran Dokter yang diberikan melalui infus dengan kecepatan yang lambat.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi pada saat penggunaan Amiten adalah sebagai berikut:

  • Pengguna obat ini umumnya akan terjadi reaksi hipersensitifitas.
  • Jangka panjang akan terjadi mual dan muntah.
  • Jangka panjang akan terjadi rasa tidak enak pada dada.
  • Reaksi obat menimbulkan palpitasi atau berdebar debar.
  • Kadar pada obat akan terjadi peningkatan kadar BUN atau kreatinin sehingga diperlukan makanan penurun kreatinin.
  • Zat asam amino akan menimbulkan asidosis.
  • Sensasi berupa rasa menggigil.
  • Sensasi berupa kemerahan pada wajah.
  • Mengalami sakit kepala.
  • Menderita nyeri vaskular.
  • Menderita edema (pembengkakan).
  • Mengakibatkan hiperkalemia (kadar kalium elektrolit dalam darah yang tinggi).
  • Kadar pada obat ini umumnya akan terjadi peningkatan kadar γ GT.
  • Akan terjadi peningkatan kadar LDH, LAP, dan ALP.
  • Akan terjadi peningkatan kadar bilirubin total.
  • Peningkatan kadar amonia.
  • Peningkatan kadar SGOT dan SGPT, maka perlu diperhatikan pencegahannya dengan beberapa cara menurunkan SGOT dan SGPT.

Interaksi Obat:
Berikut beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Amiten:

  • Obat preparat kalsium yang memiliki fungsi untuk metabolisme tubuh, penghubung antar saraf, dan gerakan tubuh.
  • Obat flunarizin yang memiliki fungsi untuk serangan migren, vertigo, gangguan pendengaran, tinitus, dan pusing.
  • Obat asam karbonat sebagai salah satu jenis obat maag yang dapat menetralisir asam lambung .
  • Obat kalsium merupakan obat yang digunakan untuk mencegah osteoporosis dan resiko timbulnya kerusakan pada tulang.
  • Obat metil salisilat berbentuk salep yang diolesi pada penderita nyeri pada otot dan persendian.
  • Obat fucoidan berbentuk sirup yang mencegah terjadinya ulkus dan tukak dan memelihara kesehatan lambung.
  • Obat aminofilin adalah obat tablet yang digunakan penderita penyakit pernapasan seperti emfisema, asma, dan bronkitis.
  • Obat asam valproat yang membantu pemulihan saraf dan keseimbangan neurotransmiter seperti epilepsi dan gangguan bipolar.
  • Obat atenolol akan mengakibatkan kinerja obat tidak berjalan dengan optimal dikarenakan reaksi silang antar obat.
  • Obat asam glikolat akan mengakibatkan kinerja obat tidak berjalan dengan optimal dikarenakan reaksi silang antar obat.
  • Obat ampisilin yang bekerja untuk membunuh infeksi bakteri.
    Senyawa asam amino yang tercampur dengan obat amitriptilin memberi efek meningkat karena termasuk dalam golongan antidepresan trisiklik.
  • Obat amiodaron hanya mengobati aritmia yang fatal dengan mengembalikkan irama jantung yang normal dan mempertahankan detak jantung yang stabil.
  • Obat sulfadiazin berfungsi mengobati infeksi bakteri dan mencegah perkembangan bakteri.
  • Obat levotiroksin digunakan untuk penderita hipotiroidisme dan hipertiroidisme.
  • Obat tetracilin berperan sebagai obat anti bakteri dan menghindari terjadinya berbagai macam infeksi.
  • Reaksi dengan obat risperidon akan mengakibatkan kinerja obat tidak berjalan dengan optimal dikarenakan fungsi obat untuk menangani skizofrenia dan gangguan psikis lainnya.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Amiten ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.