Pengertian

Serum Anti Tetanus adalah antisera yang dibuat dari plasma kuda yang dikebalkan terhadap tetanus, serta mengandung fenol sebagai pengawet, berupa cairan bening kekuningan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Vaccines, Antisera dan Immunologicals
  • Kandungan: Antitoksin tetanus 1500 IU/mL dan Fenol; Antitoksin tetanus 5000 IU/mL dan Fenol
  • Bentuk: Vial
  • Satuan penjualan: Vial
  • Kemasan: Box @ 10 Vial
  • Farmasi: Biofarma.

Kegunaan

Anti Tetanus Serum digunakan untuk pencegahan tetanus pada luka yang terkontaminasi dengan tanah, debu jalan atau bahan lain yang dapat menyebabkan infeksi Clostridium tetani, pada seseorang yang tidak yakin sudah diimunisasi atau yang belum diimunisasi lengkap dengan vaksin tetanus.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Anti Tetanus Serum Vial harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu. Penggunaan Anti Tetanus Serum umumnya, 1 dosis profilaktik (1.500 IU) atau lebih, diberikan secara intramuskular.

Pengobatan tetanus:
Berikan 10.000 IU atau lebih, secara intramuskular atau intravena tergantung keadaan penderita.
Lakukan uji kepekaan terlebih dahulu, bila peka lakukan desensitisasi.

Pemberian
A. Secara intramuskular:
Hasil uji kepekaan harus negatif.
Penyuntikan harus dilakukan secara perlahan.
Penderita harus diamati paling sedikit selama 30 menit.

B. Secara Intravena:
Lakukan penyuntikan secara intramuskular terlebih dahulu.
Bila tidak ada gejala alergi, lakukan penyuntikan intravena.
Penyuntikan harus dilakukan secara perlahan.
Penderita harus diamati paling sedikit selama 1 (satu) jam.

Efek Samping

Efek samping yang sering muncul adalah rasa sakit di tempat penyuntikkan dan demam. Reaksi alergi (termasuk anafilaksis) jarang terjadi. Imunoglobulin anti-tetanus dapat diberikan kepada ibu hamil.

Kontraindikasi:
Sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang menderita hipersensitif.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Anti Tetanus Serum ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: 

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.