Pengertian

Apidra adalah Insulin yang dapat digunakan untuk mengontrol gula darah tinggi pada orang dengan diabetes. Penggunaan Apidra dapat membantu mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, kehilangan anggota tubuh dan masalah fungsi seksual. Apidra bekerja dengan membantu gula darah (glukosa) masuk ke dalam sel-sel sehingga tubuh dapat menggunakannya untuk energi. Apidra dapat digunakan sendiri atau dengan obat oral diabetes lainnya.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Preparat Insulin
  • Kandungan: Insulin
  • Bentuk: Syringe
  • Satuan Penjualan: Cartridge
  • Kemasan: Dus, 5 Cartidge @ 3 mL in pre-filled pen
  • Farmasi: Sanofi Group.

Kegunaan

Apidra digunakan mengontrol gula darah tinggi pada orang dengan diabetes.

Dosis & Cara Pengguaan

Apidra termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:
Dosis biasa: 0,5-1 IU/kg/hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Apidra, antara lain:
Hipoglikemia (kadar gula darah rendah) dan reaksi anafilaksis (suatu reaksi alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian).

Kontraindikasi:
Hindari pemberian pada pasien dengan kondisi hipersensitif (efek berlebih atau sangat sensitif) terhadap insulin dan sedang mengalami hipoglikemia (kadar gula darah rendah).

Interaksi Obat:
antidiabetik oral, MAOI, agen β-blocking nonselektif, inhibitor ACE, salisilat, steroid anabolik & sulfonamid dapat mengurangi kebutuhan insulin

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Apidra ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).