Pengertian

Arcodryl mengandung difenhidramin HCl sebagai zat aktifnya. Difenhidramin HCl bekerja sebagai antagonis reseptor histamin (zat yang memicu alergi) H1 yang akan mencegah histamin berikatan dengan reseptornya. Saat histamin berikatan dengan reseptornya, tubuh akan menimbulkan reaksi alergi seperti bersin-bersin, mata berair, ruam-ruam pada kulit, hidung tersumbat dan hidung meler. Jika ikatan antara histamin dan reseptornya dapat dicegah, maka reaksi alergi tidak akan muncul atau bisa dikurangi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antihistamin dan Antialergi
  • Kandungan: Difenhidramin HCl 10 mg/ mL
  • Bentuk: Ampul
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Ampul 1 mL
  • Farmasi: PT Deva Indusries.

Kegunaan

Arcodryl dapat digunakan untuk meredakan reaksi alergi seperti rhinitis alergi, urtikaria, dermatitis dan konjungtivitis.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Arcodryl harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan Arcodryl adalah:

  • Dosis Arcodryl yang dianjurkan adalah 10-50 mg setiap 4-6 jam (tidak boleh melebihi 400 mg/hari).
  • Arcodryl disuntikkan secara intravena atau intramuskular.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin teradi pada penggunaan Arcodryl adalah:

  • Mengantuk.
  • Merasa pusing.
  • Efek antikolinergik (mulut kering, kenaikan suhu tubuh, dilatasi pupil, peningkatan denyut nadi, penglihatan kabur).
  • Dapat menurunkan fungsi kognitif pada pasien lanjut usia.
  • Trombositopenia / jumlah trombosit di bawah normal.
  • Kejang.
  • Tachycardia / denyut jantung lebih cepat.
  • Hipotensi / darah rendah.
  • Merasa gugup.
  • Jantung berdebar.
  • Konstipasi / sembelit.
  • Menstruasi tidak teratur.
  • Anoreksia (gangguan makan yang ditandai dengan rasa takut yang berlebihan bila berat badan).
  • Neuritis (peradangan saraf mata).
  • Tinnitus / telinga berdenging.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Arcodryl pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Asma.
  • Glaukoma (kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata) sudut sempit.
  • Hipertrofi (peningkatan volume organ atau jaringan akibat pembesaran komponen sel) prostat.
  • Ulkus pada lambung.
  • Penyumbatan leher kandung kemih.
  • Porfiria (kelainan genetik yang timbul akibat proses pembentukan heme yang tidak sempurna).
  • Bayi baru lahir.
  • Ibu menyusui.

Interaksi Obat:
Berikut ini adalah obat-obat yang dapat menimbulkan interaksi obat jika digunakan bersamaan dengan Arcodryl:

  • Obat-obat berikut akan mengalami peningkatan efek jika diberikan bersamaan dengan difenhidramin karena difenhidramin menghambat metabolismenya oleh hati sehingga obat bertahan lebih lama di dalam tubuh: eliglustat, thioridazine, desipramine, haloperidol, imipramin, metoprolol, tamsulosin.
  • Pemberian isokarboksazid, tranilsipromin, fenelzin bersamaan dengan difenhidramin akan meningkatkan efek depresan pada sistem saraf pusat karena keduanya bersifat sebagai depresan.
  • Kodein, tamoksifen dan tramadol akan mengalami penurunan efek jika diberikan bersamaan dengan difenhidramin karena difenhidramin menghambat metabolismenya oleh hati, padahal ketiga obat ini perlu dimetabolisme terlebih dahulu oleh hati untuk menghasilkan metabolit aktif yang dapat memberikan efek pada tubuh.
  • Obat-obat berikut memiliki efek sedasi, sama seperti difenhidramin sehingga akan memberikan efek sedasi yang lebih kuat jika diberikan secara bersamaan: alfentanil, alprazolam, amitriptilin, amobarbital, amoxapine, aripiprazole, butabarbital, butalbital, klordiazepoksid, klorfeniramin, klorpromazin, clemastine, klozapin, siproheptadin, desipramin, diazepam, dimenhidrinat, doksepin, haloperidol, imipramin, ketamin, lorazepam, midazolam, morfin, olanzapine, pentobarbital, prometazin, propofol, topiramat, tramadol.
  • Obat-obat berikut memiliki efek antikolinergik, sama seperti difenhidramin sehingga akan meningkatkan efek antikolinergik jika diberikan secara bersamaan: amantadine, amitriptilin, amoxapine, atracurium, atropin, klorpromazin, klozapin, doksepin, imipramin, olanzapine, tiotropium.
  • Mefloquin dan quinidine dapat meningkatkan toksisitas difenhidramin jika diberikan secara bersamaan
  • Pramlintide memiliki efek dapat menghambat motilitas (pergerakan) sistem pencernaan sama seperti difenhidramin sehingga tidak boleh diberikan secara bersamaan.
  • Pemberian fentanil bersamaan dengan difenhidramin dapat saling meningkatkan toksisitasnya dan meningkatkan risiko terjadinya retensi urin (sulit buang air kecil) dan/atau konstipasi parah yang bisa berujung pada ileus paralytic (kelumpuhan usus).

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Arcodryl ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).