Pengertian

Argesid Kaplet merupakan obat yang mengandung Asam Mefenamat yang masuk ke dalam golongan Anti Inflamasi Non-Steroid. Obat ini mempunyai efek mengurangi nyeri (analgesik) ringan sampai sedang dan menurunkan demam (antipiretik).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Nyeri (analgesik)
  • Kandungan: Asam Mefenamat 500 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: 1 Strip @10 Kaplet
  • Farmasi: Pharos Indonesia.

Kegunaan

Argesid digunakan untuk meredakan nyeri reumatik, sakit kepala, nyeri haid, sakit gigi, sakit pinggang, nyeri otot, keseleo, dan demam.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis penggunaan Argesid harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Aturan penggunaan Argesid adalah sebagai berikut:

Dewasa dan anak > 14 tahun: dosis awal 500 mg, kemudian 250-500 mg tiap 6 jam. Anak > 6 bulan: 3-6.5 mg/kg berat badan tiap 6 jam. Maksimal: 7 hari. Sebaiknya diberikan sesudah makan untuk mengurangi efek samping pada saluran cerna.

Efek Samping

Semua obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut. Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Argesid antara lain:
- Gangguan saluran cerna dan pendarahan
- Tukak peptik
- Sakit kepala
- Mengantuk
- Pusing
- Cemas
- Gangguan penglihatan
- Ruam kulit
- Diskrasia darah
- Nefropati.

Kontraindikasi:

  • Hipersensitif terhadap asam mefenamat, aspirin, dan obat golongan OAINs (Obat Anti Inflamasi Non Steroid) lainnya.
  • Pasien dengan radang usus, ulserasi aktif, dan radang saluran pencernaan bagian bawah dan atas.
  • Pasien dengan gagal ginjal.
  • Riwayat asma dan urtikaria.

Interaksi Obat:

  • Dapat meningkatkan toksisitas Methotrexate.
  • Mengurangi respon tekanan darah jika digunakan bersamaan dengan ACE Inhibitor.
  • Peningkatan resiko gangguan saluran pencernaan bila digunakan bersamaan dengan Warfarin.
  • Meningkatkan efek antilkoagulan Warfarin.

Keamanan Kehamilan:
C, D (pada trimester 3 atau menjelang persalinan)

Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Kategori D: Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).