Pengertian

Arixtra merupakan obat yang digunakan untuk mengobati terjadinya pembekuan darah pada kaki maupun yang terjadi pada paru-paru, serta dapat digunakan sebagai pencegah terjadinya tomboeboli vena terhadap seseorang yang sedang atau tengah melakukan ortopedik mayor pada bagian tungkai bawah.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antikoagulan, Antiplatelet & Fibrinolitik (Trombolitik)
  • Kandungan: Fondaparinux Na 2.5 mg/0.5 mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Syringe
  • Kemasan: Box, 5 Prefilled Syringe @ 0.5 mL
  • Farmasi : Tanabe Indonesia.

Kegunaan

Arixtra digunakan untuk pencegahan venous thromboembolic events (VTE) pada pasien yang menjalani pembedahan ortopedi mayor pada anggota badan bagian bawah seperti fraktur tulang pinggul, operasi penggantian lutut atau pinggul, pasien yang menjalani operasi perut yang berisiko komplikasi tromboemboli, pasien yang berisiko komplikasi tromboemboli karena penyakit akut, pengobatan akut deep vein thrombosis (DVT), pengobatan akut pulmonary embolism (PE).

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Arixtra harus dikonsultasikan dengan Dokter. Dosis pemberian Arixtra secara umum adalah:

  • Pencegahan venous thromboembolic events (VTE): 2,5 mg sehari sekali diberikan secara sub kutan pasca bedah, dosis awal harus diberikan minimal 6 jam setelah pembedahan selesai. Pengobatan dilanjutkan selama 5-9 hari, lansia > 75 tahun dan/ atau dengan berat badan < 50 kg dan/atau gangguan ginjal sedang dengan kreatinin klirens 30 mL/menit pemberian pertama tidak boleh kurang dari 6 jam setelah pembedahan selesai, injeksi tida k boleh diberikan kecuali apabila hemostasis tercapai.
  • Pengobatan deep vein thrombosis (DVT) dan pulmonary embolism (PE) dosis 5 mg untuk BB < 50 kg, 7,5 mg BB 50 – 100 kg, 10 mg BB >100 kg, pengobatan diberikan secara sub kutan selama minimal 5 hari, pengobatan bersama antagonis vitamin K dimulai sesegera mungkin dalam waktu 72 jam.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Arixtra adalah:

  • Umum: anemia, perdarahan (di berbagai tempat termasuk kasus jarang seperti perdarahan intrakranial, intraserebral, retroperitoneal), purpura (peradangan pembuluh darah), hematoma (kumpulan darah tidak normal diluar pembuluh darah), hematuria (darah dalam urin), hemoptisis (batuk darah), perdarahan gusi.
  • Tidak umum: trombositopenia, trombositemia, platelet abnormal, gangguan koagulasi, sakit kepala, mual, muntah, abnormalitas pada uji fungsi hati, peningkatan enzim hati, ruam, pruritus, wound secretion demam, udem perifer, anemia, dispnea, nyeri dada.
  • Jarang: infeksi pada luka pasca operasi, reaksi alergi, hipokalemia, ansietas, bingung, pusing, somnolens, vertigo, hipotensi, dispnea, batuk, nyeri abdomen, dispepsia, gastritis, konstipasi, diare, bilirubinemia, reaksi pada lokasi injeksi, nyeri dada, nyeri kaki, letih, udema pada genital, kulit memerah, sinkop.

Kontraindikasi:
- Hipersensitif terhadap komponen obat
- Perdarahan aktif
- Endokarditis bakterial akut (infeksi pada lapisan bagian dalam jantung)
- Gangguan ginjal berat (kreatinin klirens < 20 mL/menit).

Interaksi Obat:
Desirudin, fibrinolitik agent, reseptor antagonis GP IIb/IIIa, heparin, heparinoid dan heparin bobot molekul rendah dapat meningkatkan risiko perdarahan, antiplatelet (asam asetil salisilat, dipiridamol, sulfinpirazon, tiklopidin, klopidogrel) dan OAINS (Obat Anti Inflamasi Non Steroid) harus diberikan dengan perhatian.

Kategori kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Arixtra ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).