Pengertian

Aromasin Tablet mengandung exemestane sebagai zat aktifnya. Exemestane termasuk golongan obat antineoplastik, yaitu obat yang menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Exemastene umumnya digunakan untuk pengobatan kanker payudara jenis tertentu (seperti kanker payudara reseptor hormon positif) pada wanita setelah menopause. Exemestane juga digunakan untuk mencegah terjadi kembalinya kanker. Beberapa kanker payudara berkembang cepat akibat hormon alami estrogen. Exemestane menurunkan kadar estrogen yang diproduksi tubuh dan memperlambat pertumbuhan kanker payudara.
Selain zat aktif, Aromasin Tablet juga mengandung bahan-bahan berikut sebagai zat tambahan: koloid silika terhidrasi, crospovidone, hypromellose, magnesium stearat, manitol, mikrokristalin selulosa, natrium starch glycollate, polisorbat 80, polivinil alkohol, simetikon, makrogol 6000, sukrosa, magnesium karbonat, metil-p-hidroksibenzoat, cetyl esters wax, talk, carnauba wax, etil alkohol, pewarna titanium oksida dan besi oksida.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Terapi Kanker Hormon
  • Kandungan: Exemestane 25 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Pfizer Indonesia.

Kegunaan

Aromasin diindikasikan untuk pengobatan kanker payudara stadium lanjut pada wanita paska menopause.

Dosis & Cara Penggunaan

Aromasin termasuk dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus dikonsultasikan dengan Dokter. Dosis penggunaan Aromasin Tablet, diminum 1 kali sehari 20 mg sampai terjadi progresi tumor.

Efek Samping

Efek samping umumnya meliputi muka memerah dan panas, rambut rontok, nyeri pada sendi, tulang atau otot, kelelahan, berkeringat yang tidak biasa, mual, diare, pusing dan kesulitan tidur.
Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
Segera hubungi Dokter jika Anda mengalami efek samping yang serius, seperti:
- Nyeri pada tulang
- Masalah penglihatan
- Pembengkakan pada tangan atau kaki
- Sesak napas
- Nyeri dada, mati rasa atau kelemahan mendadak, sakit kepala tiba-tiba, kebingungan, masalah pengilhatan, bicara atau keseimbangan.

Kontraindikasi:
- Hipersensitif terhadap komponen obat.
- Wanita pre-menopause.
- Wanita hamil dan menyusui.

Interaksi obat: 
- Carbamazepine
- Enzalutamide
- Fosphenytoin
- Idelalisib
- Mitotane
- Nilotinib
- Phenobarbital
- Phenytoin.