Pengertian

Arsitam mengandung zat aktif Etambutol, yang digunakan untuk mengobati tuberkulosis. Dalam pengobatan tuberkulosis, Arsitam dikonsumsi bersama dengan antibiotik lainnya, baik dalam bentuk tunggal atau tablet kombinasi. Arsitam bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab tuberkulosis. Arsitam tidak digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, seperti flu.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Anti TB
  • Kandungan: Etambutol 500 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @10 Tablet
  • Farmasi: PT Meprofarm.

Kegunaan

Arsitam untuk mengobati tuberculosis (TBC), terutama TB paru yang resisten.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Arsitam Tablet harus dikonsultasikan dengan Dokter. Berikut adalah dosis Arsitam (ethambutol) yang lazim digunakan:
Dosis lazim dewasa dan anak usia > 13 tahun untuk tuberculosis aktif: dosis awal, 15 mg/kg BB secara oral, 1 x sehari selama 6-8 minggu, dikombinasikan dengan isoniazid.

Efek Samping

Berikut ini adalah efek samping penggunaan obat Arsitam yang dapat terjadi:
- Nyeri perut
- Nafsu makan turun
- Gangguan fungsi hati
- Mual
- Muntah
- Lemas
- Demam
- Sakit kepala
- Delirium
- Gangguan penglihatan
- Gangguan saraf
- Ruam
- Anafilaksis
- Penyakit asam urat.

Kontraindikasi:
- Hipersensitif
- Neuritis optik dan retrobulbar.
- Ketidakmampuan melaporkan gangguan visual (misalnya tidak sadar).

Interaksi Obat: 
Obat maag Aluminium hidroksida dapat memperlambat atau mengurangi proses penyerapan Ethambutol.

Keamanan Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Arsitam Tablet ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.