Pengertian

Asabium merupakan obat yang mengandung colbazam. Clobazam adalah obat golongan antikonvulsan yang digunakan untuk mengatasi epilepsi dan kejang. Asabium biasanya dikombinasi dengan obat lain untuk penderita epilepsi. Clobazam bekerja dengan mengontrol kejang dengan menyeimbangkan aliran listrik yang ada di dalam otak. Obat ini juga dapat digunakan untuk melemaskan otot.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Antikosulvan
  • Kandungan: Colbazam 10 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Otto.

Kegunaan

Ansietas (gangguan kecemasan yang ditandai dengan gejala somatik, vegetatif dan kognitif sebagai respon terhadap tidak adanya rasa aman atau ketidakmampuan dalam mengatasi suatu masalah) dan kondisi psikoneurotik (proses emosi yang bercampur baur, yang terjadi ketika orang sedang mengalami tekanan perasaan (frustasi) dan pertentangan batin (konflik)).

Dosis & Cara Penggunaan

Asabium merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan asabium juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dewasa 20-30 mg/hari.
Lanjut usia 10-20 mg/hari dalam dosis terbagi.
Anak lebih dari 3 tahun 10-15 mg/hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Asabium adalah:
-Reaksi paradoksikal (kegelisahan, emosional yang labil terutama pada lansia)
-Konstipasi
-Penglihatan kabur
-Perubahan libido.
-Mual
-Retensi urin (kesulitan buang air besar)
-Tremor jari tangan
-Mulut kering.

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap colbazam, penyakit miastenia gravis (penyakit autoimun yang menyebabkan kelemahan otot).

Interaksi Obat:
Memperkuat efek antidepresan dengan mengkonsumsi bersama dengan alkohol dan obat golongan barbiturat

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Asabium ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan percobaan menunjukan adanya efek samping pada janin namun belum ada studi kontrol pada wanita hamil, obat dapat diberikan apabila efek terapinya lebih besar dari resiko pada janin.