Aspirin

Aspirin

Obat

Pengertian

Aspirin merupakan obat yang digunakan untuk mengurangi demam dan meredakan nyeri ringan sampai sedang seperti nyeri otot, sakit gigi, pilek, dan sakit kepala. Aspirin mungkin juga berguna untuk meredakan nyeri dan bengkak yang disebabkan kondisi tertentu seperti arthritis.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS)
  • Kandungan: Acetylsalicylic acid 500 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Bayer Indonesia.

Kegunaan

Aspirin digunakan untuk meringankan demam, sakit kepala, sakit gigi dan nyeri otot.

Dosis & Cara Penggunaan

Aspirin diminum sehari sekali 1 tablet.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Aspirin adalah:
- Kotoran berwarna hitam, atau berdarah
- Batuk darah atau muntah yang tampak seperti endapan kopi
- Mual, muntah, atau sakit perut parah
- Demam lebih dari tiga hari
- Bengkak, atau nyeri lebih dari 10 hari
- Gangguan pendengaran, telinga berdenging.

Kontraindikasi:
- Hipersensitif terhadap aspirin atau OAINS lain.
- Ulkus peptikum
- Penyakit hemoragik
- Gangguan koagulasi (misal Hemofilia, trombositopenia)
- Asam urat
- Gangguan hati dan ginjal berat
- Anak-anak kurang dari 16 tahun dan pulih dari infeksi virus
- Kehamilan (dosis diatas 100 mg setiap hari selama trimester ketiga) dan menyusui.
- Penggunaan bersamaan dengan OAINS lain dan metotreksat.

Interaksi Obat:
Peningkatan risiko perdarahan dan ulserasi GI dengan kortikosteroid. Peningkatan risiko perdarahan dengan antikoagulan kumarin (misal Heparin, warfarin, fenindione) dan agen antiplatelet (misal Clopidogrel, dipyridamole). Dapat mengakibatkan asidosis berat dan peningkatan toksisitas SSP dengan inhibitor karbonat anhidrase (misal Acetazolamide). Meningkatkan efek hipoglikemik sulfonilurea. Mengurangi pengikatan fenitoin dan valproat pada albumin serum yang mengarah pada peningkatan konsentrasi bebas obat. Mengurangi efek uricosurics (misal Probenecid, sulfinpyrazone). Merusak ekskresi litium dan digoksin ginjal.
Berpotensi Fatal: Peningkatan risiko perdarahan GI dan ulserasi dengan NSAID lainnya. Peningkatan risiko toksisitas hematologis metotreksat.

Keamanan kehamilan:
Berdasarkan FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika), obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D pada trimester ketiga. Selama trimester pertama maupun kedua sebaiknya aspirin tidak digunakan.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter

ARTIKEL TERKAIT

Amankah Ibu Hamil Minum Aspirin?

Info Sehat
29 Agt

7 Jenis Obat yang Tidak Boleh Diberikan pada Anak

Info Sehat
27 Nov

Konsumsi Aspirin Berbahaya bagi Lansia?

Info Sehat
20 Sep

Bisakah Mengatasi Stroke dengan Aspirin?

Berita Kesehatan
12 Mei

Bahaya Konsumsi Harian Aspirin

Berita Kesehatan
11 Feb