Pengertian

Astifen tablet adalah obat antihistamin (mengobati reaksi alergi) yang mengandung Ketotifen 1 mg di tiap tablet. Ketotifen bekerja dengan menghambat zat tertentu di dalam tubuh yang dapat menyebabkan inflamasi (peradangan) dan gejala asma. Ketotifen tidak digunakan untuk serangan asma akut.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Preparat Antiasma dan PPOK.
  • Kandungan: Ketotifen 1 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan

Untuk meredakan gejala Rhinitis (peradangan pada lrongga hiddung dengan gejala pilek, bersin-bersin, hidung tersumbat). Dapat juga digunakan untuk mengurangi frekuensi, durasi, dan tingkat keparahan dari asma.

Dosis & Cara Penggunaan

Astifen Tablet termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus dikonsultasikan dengan Dokter. Dewasa : 1 mg 2 x sehari (bersama makanan). Dosis dapat dimulai dengan 0,5 mg, 2 x sehari atau 1 mg malam hari dan kemudian dinaikkan. Dosis dapat ditingkatkan sampai 4 mg dalam 2 dosis terbagi.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi adalah mulut kering, batuk, diare, demam, sakit kepala, nyeri sendi, nafsu makan berkurang, nyeri otot, mual, muntah, lelah, mengantuk.

Kontraindikasi
Astifen sebaiknya tidak digunakan pada pasien yang sensitif terhadap Ketotifen.

Interaksi Obat
Dapat mengurangi jumlah trombosit bila digunakan dengan antidiabetik oral.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Astifen Tablet kedalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:
"Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin."
Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Astifen Tablet. Selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.