Pengertian

Atarax adalah obat yang digunakan sebagai obat penenang, anti konvulsan, dan relaksan otot. Atarax mengandung alprazolam. Obat ini biasanya digunakan dalam situasi seperti panik, cemas, kejang otot, dan sulit tidur, yang digunakan hanya dalam terapi jangka pendek. Cara kerja kandungan Atarax dengan cara mengurangi aktivitas di dalam sistem saraf pusat. Alprazolam juga memiliki sifat antihistamin yang bisa menurunkan kadar histamin kimia di dalam tubuh. Sebagaimana kita ketahui bahwa histamin merupakan zat yang memicu bersin, pilek, dan gatal-gatal.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Ansietas
  • Kandungan: Alprazolam 0.5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: 1 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Mersifarma Trimaku Mercusana.

Kegunaan

Atarax digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan, pengobatan jangka pendek pada gangguan panik, dengan atau tanpa agoraphobia (gangguan kecemasan di mana penderitanya akan menghindari berbagai situasi yang mungkin menyebabkan panik). Di beberapa negara seperti Australia, obat ini tidak lagi dianjurkan untuk pengobatan gangguan panik karena kekhawatiran mengenai toleransi, ketergantungan dan penyalahgunaan. Atarax juga dapat digunakan dalam kombinasi dengan obat lain untuk mengatasi mual dan muntah akibat kemoterapi.

Dosis & Cara Penggunaan

Atarax termasuk ke dalam golongan obat keras. Pembeliannya wajib menggunakan resep Dokter. Konsultasilah terlebih dahulu kepada Dokter sebelum menggunakan obat ini. Sebab, dosis penggunaannya berbeda-beda untuk tiap pasien, tergantung berat ringannya penyakit yang diderita.

Dosis yang diberikan untuk usia dewasa yaitu 0.25 – 0.5 mg, 3 x sehari. Dosis dapat ditingkatkan dengan interval 3-4 hari. Dosis maksimal 4 mg dalam dosis terbagi. Untuk lanjut usia, pasien debil (berkemampuan berpikir tidak lebih daripada daya pikir anak yang berumur 12 tahun) yaitu 0.25 mg, 2-3 x sehari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap. sedangkan untuk anak penggunaan obat ini tidak dianjurkan.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin ditimbulkan dari penggunaan obat Atarax yaitu:

  • Efek samping yang umum adalah mengantuk, kesulitan koordinasi, kelelahan, kelemahan otot, ataksia, dan kepala terasa ringan.
  • Efek samping yang lebih jarang misalnya nyeri kepala, vertigo, perubahan salivasi, gangguan saluran cerna, ruam kulit, dan gangguan penglihatan.
  • Efek samping yang lebih serius, tetapi kejadiannya relatif jarang misalnya depresi pernapasan, ketergantungan, gangguan mental, amnesia, kebingungan, kelainan darah dan sakit kuning, retensi urin, dan hipotensi.
  • Efek samping paradoks dapat terjadi, termasuk kegelisahan, lekas marah, kegembiraan, memburuknya kejang, insomnia, kram otot, perubahan libido, dan dalam beberapa kasus, kemarahan dan kekerasan. Efek samping ini lebih mungkin terjadi pada anak-anak, orang tua, dan individu dengan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol dan atau agresi.
  • Obat ini meningkatkan risiko kejang jika digunakan terlalu sering pada pasien pengidap epilepsi.
  • Penggunaan Atarax (alprazolam) secara jangka panjang dapat mengakibatkan toleransi, ketergantungan, dan gejala putus obat pada pengurangan dosis.

Interaksi Obat:

  • Alprazolam dimetabolisme oleh sitokrom P450 3A (CYP3A). Penggunaan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 seperti cimetidine, erythromycin, norfluoxetine, fluvoxamine, itraconazole, ketoconazole, nefazodone, propoxyphene, dan ritonavir menghambat clearance hepatik dari alprazolam. Hal ini mengakibatkan terjadinya akumulasi sehingga terjadi peningkatan efek farmakologis alprazolam secara signifikan.
  • Alprazolam dapat menyebakan peningkatan kadar plasma imipramine dan desipramine.
  • Kontrasepsi oral mengurangi clearance alprazolam, sehingga kadar plasmanya meningkat dan bisa terjadi akumulasi. Hal ini menyebabkan potensi terjadinya efek samping yang merugikan.
  • Alkohol dan obat-obat golongan benzodiazepine memiliki efek sinergis satu sama lain. Penggunaan secara bersamaan dengan alkohol dapat menyebabkan sedasi berat, perubahan perilaku, dan keracunan.
  • Kombinasi dengan ramuan akar kava-kava dapat mengakibatkan perkembangan keadaan semi-koma.
  • Hypericum menurunkan kadar plasma alprazolam sehingga mengurangi efek terapeutiknya.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Atarax ke dalam Kategori D:

Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).