Pengertian

Atevir merupakan antivirus yang diproduksi oleh PT. Dexa Medica. Atevir mengandung entecavir yang digunakan untuk mengatasi hepatitis B kronis. Hepatitis B sendiri adalah infeksi pada organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Infeksi menahun dari hepatitis B berisiko menyebabkan sirosis atau kanker hati. Atevir bekerja dengan cara mencegah perkembangan dan menurunkan jumlah virus hepatitis B dalam tubuh. Obat ini tidak dapat digunakan untuk menyembuhkan hepatitis B, melainkan hanya mencegah virus berkembang biak

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antivirus
  • Kandungan: Entecavir 0.5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: PT. Dexa Medica.

Kegunaan

Atevir mengandung entecavir yang digunakan untuk mengatasi hepatitis B kronis.

Dosis & Cara Penggunaan

Atevir merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan atevir juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dewasa: 0,5 mg sekali sehari; Pada pasien dengan resistensi, atau penggunaan bersamaan dengan lamivudine: 1 mg sekali sehari.
Anak ≥2 tahun ≥10 kg: 0,015 mg / kg sekali sehari. Maks: 0,5 mg setiap hari. Pada pasien dengan penggunaan bersamaan dengan lamivudine: 0,03 mg / kg sekali sehari. Maks: 1 mg setiap hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi Entecavir adalah:
1. Sakit kepala
2. Mual
3. Sakit maag
4. Tubuh terasa lemah.

Kontraindikasi:
Pasien dengan hipersensitif terhadap entecavir.

Interaksi Obat:
Dapat meningkatkan kadar serum dengan imunosupresan misalnya ciclosporin dan tacrolimus.

Kategori kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Atevir dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut

Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Entecavir belum diketahui diserap oleh ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa memberi tahu Dokter.