Pengertian

Ativan merupakan obat yang mengandung lorazepam. Lorezepam adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan. Lorezepam mampu menghasilkan efek menenangkan di berbagai bagian otak dan sistem saraf pusat. Efek menenangkan ini sangat membantu dalam berbagai kondisi yang menyebabkan rasa gelisah atau cemas, seperti sebelum tindakan operasi atau sebelum kemoterapi. Ativan terdiri dari 3 maca dosis yaitu 0.5 mg, 1 mg dan 2 mg.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Hipnotik dan Sedatif
  • Kandungan: Lorazepam 0.5 mg; Lorazepam 1 mg; Lorazepam 2 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Sunthi Sepuri.

Kegunaan

Lorazepam adalah obat yang digunakan untuk menangani gangguan kecemasan. Obat ini termasuk golongan benzodiazepine yang bekerja pada otak dan saraf, sehingga menghasilkan efek ketenangan.

Dosis & Cara Penggunaan

Ativan merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter.

  • Gangguan kecemasan
    Dewasa: 1-4 mg / hari dalam dosis terbagi selama 2-4 minggu.
    Lansia (lanjut usia): Setengah dosis dewasa atau ditentukan oleh Dokter.
  • Insomnia yang berkaitan dengan gejala cemas
    Dewasa: 1-2 mg menjelang tidur.
    Lansia: Setengah dosis dewasa atau ditentukan oleh Dokter.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Ativan adalah:
- Perubahan mental.
- Bicara cadel.
- Kelemahan yang tidak biasa.
- Kesulitan berjalan

Kontraindikasi:
- Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Lorazepam
- Pasien yang memiliki riwayat penyakit glaukoma dan kerusakan hati akut.

Interaksi Obat
-Dengan scopolamine, dapat meningkatkan sedasi, halusinasi dan risiko perubahan perilaku menjadi irasional.
-Dengan Na valproate atau probenesid, dapat meningkatkan kadar plasma.

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Glycopyronium bromide ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan percobaan menunjukan adanya efek samping pada janin namun belum ada studi kontrol pada wanita hamil, obat dapat diberikan apabila efek terapinya lebih besar dari resiko pada janin.