Pengertian

Atropin merupakan obat yang dapat digunakan untuk mengatasi melambatnya denyut jantung, keracunan insektisida, tegangnya otot saluran pencernaan akibat radang usus besar, produksi lendir tubuh yang berlebih, dan meredahkan peradangan mata bagian tengah. Atropin bekerja dengan cara meningkatkan denyut jantung, melemaskan usus, dan mengurangi produksi lendir dengan cara menghambat zat yang ada dalam saraf.

Keterangan

  1. Atropin Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat Mydriatic / Obat Jantung / Dekongestan Mata, Anestesi, Anti Inflamasi / Antispasmodik
    • Kandungan: Atropine 0.5 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: PT. Indofarma
  2. Atropin Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat Mydriatic / Obat Jantung / Dekongestan Mata, Anestesi, Anti Inflamasi / Antispasmodik
    • Kandungan: Atropine 0.25 mg/mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Ampul @ 1 mL
    • Farmasi: PT. Indofarma

Kegunaan

Atropin digunakan untuk mengatasi melambatnya denyut jantung, keracunan insektisida, tegangnya otot saluran pencernaan akibat radang usus besar, produksi lendir tubuh yang berlebih, dan meredahkan peradangan mata bagian tengah.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis dan Cara Penggunaan Atropin harus sesuai petunjuk dengan Anjuran Dokter.

  • Divertikulitis dan irritable bowel syndrome (IBS)
    Tablet
    Dewasa: 0,6-1,2 mg, sekali sehari, dikonsumsi malam hari sebelum tidur.
  • Bradikardia
    Suntik
    Dewasa: 500 mcg, setiap 3-5 menit. Dosis total: 3 mg.
  • Keracunan insektisida (jenis organofosfat)
    Suntik ke pembuluh darah atau otot
    Dewasa: 2 mg, setiap 10-30 menit hingga efek racun menghilang.
    Untuk kondisi keracunan parah, akan diberikan setiap 5 menit hingga gejala keracunan menghilang.
    Anak-anak: 20 mcg/kgBB, diberikan setiap 5-10 menit.

Efek Samping

Efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan atropin adalah:

  • Sakit kepala
  • Penglihatan kabur, kelopak mata membengkak, dan mata sensitif terhadap cahaya
  • Mulut dan tenggorokan terasa kering
  • Gangguan indra pengecap (lidah)
  • Mual
  • Perut kembung
  • Konstipasi
  • Sulit buang air kecil.

Kontraindikasi:
Glaukoma sudut-tertutup, sudut sempit antara iris dan kornea, blok AV derajat 2 atau 3, akalasia kerongkongan, ileus paralitik, kolitis ulserativa berat, atonia usus, megakolon toksik, stenosis pilorik, hipertrofi prostat, urat obstruktif, uropati obstruktif, miastenia gravis. Laktasi (IV).

Interaksi obat:
Berikut ini adalah beberapa risiko yang dapat terjadi apabila atropin digunakan dengan obat lain:

  • Berisiko menimbulkan efek samping obat atropin, jika digunakan dengan quinidine, antidepresan, dan antihistamin.
  • Menurunkan efektivitas atropin, jika digunakan dengan pilocarpine, trihexyphenidyl, tolterodine, scopolamine, hyoscyamine, amitriptyline, dan diphenhydramine.
  • Menurunkan efektivitas obat aripiprazole, trifluoperazine, sulpiride, risperidone, quetiapine, promethazine, perphenazine, paliperidone, haloperidol, dan clozapine.

Kategori kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Atropin dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut

Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Atropin belum diketahui diserap ke ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa memberi tahu Dokter.