Pengertian

Auspilic merupakan obat yang mengandung Amoxicillin dan Clavulanic Acid atau biasa disebut dengan Co-Amoxiclav. Obat ini masuk golongan kombinasi penisilin, termasuk inhibitor beta-laktamase. Obat ini digunakan dalam pengobatan infeksi sistemik.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotic
  • Kandungan: Amoksisilin 500 mg dan Asam Klavulanat 125 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan penjualan: Kaplet
  • Kemasan: Strip @ 15 Kaplet
  • Farmasi: Pharos Indonesia.

Kegunaan

Auspilic digunakan sebagai pengobatan infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kemih, saluran cerna, kulit dan jaringan lunak.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis penggunaan Auspilic juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Aturan penggunaan Auspilic adalah sebagai berikut:
Dewasa dan anak > 12 tahun: Infeksi ringan: 250 mg. Infeksi berat: 500 mg. Diberikan 3 kali sehari. Paling baik diberikan pada saat mulai makan agar dapat diabsorpsi lebih baik dan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran cerna.

Efek Samping

Semua obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut. Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Auspilic antara lain :
- Urtikaria
- Ruam
- Diare
- Kolitis pseudomembranosa
- Gangguan saluran cerna
- Mual
- Muntah
- Kandidiasis.

Kontraindikasi:
Sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang menderita hipersensitif terhadap penisilin.

Interakasi Obat:
Auspilic Kaplet berinteraksi dengan obat-obat seperti:
- Antikoagulan (misalnya, warfarin, dabigatran)
- Allopurinol (salah satu obat penyakit asam urat)
- Antibiotik tertentu
- Obat kanker (methotrexate)
- Obat urikosurik
- Vaksin tifoid.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Auspilic Kaplet ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).