Pengertian

Avelox merupakan antibiotik yang mengandung Moxifoxacin HCI. Moxifloxacin adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri. Avelox termasuk dalam kelas obat yang disebut antibiotik kuinolon. Avelox bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri. Avelox hanya mengobati infeksi bakteri. Avelox tidak akan bekerja untuk infeksi virus (seperti pilek, flu).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kuinolon
  • Kandungan: Moxifoxacin HCI 400 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: 1 Strip @ 5 Tablet
  • Farmasi: Bayer Indonesia.

Kegunaan

Avelox digunakan untuk pengobatan pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas yang menderita infeksi seperti eksaserbasi (kambuhnya penyakit atau gejala penyakit secara mendadak) bakterial akut bronkhitis kronis, pneumonia yang didapat dari komunitas, sinusitis bakterial akut.

Dosis & Cara Penggunaan

Avelox termasuk kedalam obat keras, yang hanya dapat dibeli dengan resep dari Dokter dan dapat dikonsumsi sesuai dengan aturan pakai yang diberikan oleh Dokter.

Aturan pakai Avelox adalah sebagai berikut:
400 mg/hari dengan lama pengobatan:
- Eksaserbasi akut bronkhitis kronis: 5-10 hari.
- Pneumonia yang didapat dari komunitas: 10 hari.
- Sinusitis akut: 7 hari.

Efek Samping

Efek samping yang ditimbulkan dari pengonsumsian Avelox tablet adalah sebagai berikut :
- Penglihatan kabur
- Mata berair
- Mata nyeri/kering/kemerahan/gatal dapat terjadi
Bila efek samping menetap bahkan memburuk segera hentikan pengonsumsian dan segera konsultasikan ke Dokter.

Kontraindikasi:

  • Sebaiknya tidak digunakan pada pasien hipersensitif terhadap moksifloksasin atau kuinolon lainnya, gagal jantung dan ganguan fungsi hati (Child Pugh C)
  • Sebaiknya tidak digunakan pada wanita hamil dan menyusui.

Interaksi Obat:
- Eritromisin
- Warfarin
- Coumadin
- Jantoven
- Amitriptylline
- Clomipramine
- Aspirin
- Ibuprofendesipramine
- Deksametason
- Methylprednisolone.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Avelox ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.