Pengertian

Bacbutol mengandung zat aktif berupa Ethambutol yang adalah salah satu obat yang digunakan untuk membantu mengobati penyakit tuberkulosis atau TBC. Itu artinya Bacbutol sering kali dikombinasikan dengan obat-obatan lain dalam pengobatan TBC. TBC merupakan penyakit yang menyerang paru-paru manusia dan disebabkan oleh infeksi bakteri. Bacbutol bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antituberkolosis
  • Kandungan: Ethambutol 500 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 8 Tablet
  • Farmasi: Armoxindo Farma.

Kegunaan

Bacbutol merupakan salah satu obat yang biasa digunakan untuk membantu pengobatan Tuberkulosis.

Dosis & Cara Penggunaan

Bacbutol termasuk dalam golongan obat keras sehingga penggunaan Bacbutol harus dikonsultasikan dahulu kepada Dokter.

Aturan penggunaan Bacbutol untuk TBC:

  • Dewasa: Dalam kombinasi dengan antituberkular lain (misalnya Isoniazid, pirazinamid, rifampisin): Untuk profilaksis dan pengobatan primer: 15 mg / kg sekali sehari. Untuk perawatan ulang: 25 mg / kg sekali sehari selama 60 hari; lalu, 15 mg / kg sekali sehari. Dosis Maks yang disarankan: 1,6 g setiap hari (berapapun beratnya). Untuk informasi lebih lanjut (misalnya Rejimen alternatif), bacalah literatur produk.
  • Anak: Dalam kombinasi dengan antituberkular lainnya (misalnya Isoniazid, pirazinamid, rifampisin): Untuk profilaksis: 15 mg / kg sekali sehari. Untuk pengobatan primer dan perawatan ulang: 25 mg / kg sekali sehari selama 60 hari; lalu, 15 mg / kg sekali sehari. Untuk informasi lebih lanjut (misalnya Rejimen alternatif), bacalah literatur produk.

Efek Samping

Efek Samping yang dapat timbul saat penggunaan Bacbutol Tablet yaitu:

  • Gangguan sistem darah dan limfatik: Trombositopenia (suatu keadaan dimana jumlah trombosit dalam tubuh menurun atau berkurang dari jumlah normalnya), eosinofilia (tingginya rasio eosinofil di dalam plasma darah), leukopenia (rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh), neutropenia (kondisi di mana jumlah neutrofil yang merupakan bagian dari sel darah putih dalam darah menurun).
  • Gangguan gastrointestinal: Mual, muntah, sakit perut, gangguan pencernaan.
  • Gangguan umum dan kondisi tempat administrasi: Malaise, demam.
  • Gangguan hepatobilier: Penyakit kuning.
  • Gangguan sistem kekebalan: Reaksi hipersensitivitas, eritema multiforme (reaksi hipersensitivitas pada kulit yang seringkali dipicu oleh terjadinya infeksi, terutama infeksi virus seperti virus Herpes simplex).
  • Hiperurisemia (Asam Urat).
  • Gangguan metabolisme dan nutrisi: Anoreksia (Takut berat badan melebihi normal).
  • Gangguan muskuloskeletal dan jaringan ikat: Gout akut (Asam urat).
  • Gangguan sistem saraf: Sakit kepala, pusing, neuropati perifer (gangguan yang terjadi akibat kerusakan pada sistem saraf perifer).
    Berpotensi Fatal: Hepatotoksisitas (Kerusakan hati).

Kontraindikasi:
Neuritis optik dan retrobulbar. Ketidakmampuan melaporkan gangguan visual (mis. Tidak sadar).

Interaksi Obat:
Kombinasi dengan hidroksida.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Bacbutol Tablet ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.