Pengertian

Bactesyn tablet adalah antibiotik yang berisi Sultamicilin 375 mg. Bactesyn digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, terutama infeksi pada saluran pernafasan (bagian atas maupun bawah), ginjal, perut bagian dalam, kulit, tulang dan sendi, serta keracunan darah akibat infeksi. Sultamicillin bekerja dengan menghambat enzim beta-laktamase sehingga mengganggu perkembangbiakkan bakteri.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik Penisilin.
  • Kandungan: Ampicillin, Sulbactam.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Tablet.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan

Digunakan untuk Infeksi saluran napas, infeksi saluran kemih, infeksi intraabdomen, septikemia, infeksi tulang dan sendi, infeksi kulit dan struktur kulit.

Dosis & Cara Penggunaan

Bactesyn Tablet termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus dikonsultasikan dengan Dokter. Dewasa: 375-750 mg, 2 x sehari. Anak: 25 - 50 mg/kgBB/hari (terbagi dalam 2 dosis).

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi adalah gangguan pencernaan, reaksi gatal, penurunan kesadaran, sakit kepala.

Kontraindikasi
Sebaiknya tidak digunakan pada pasien yang sensitif terhadap ampisilin dan sulbactam serta antibiotik golongan Beta laktam yang lain misalnya penisilin.

Interaksi Obat
- Dapat meningkatkan efek toksisitas metotreksat.
- Dapat meningkatkan insiden ruam jika digunakan bersamaan dengan Allopurinol.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Bactesyn Injeksi ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:
“Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).”
Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandung Bactesyn Injeksi selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.